EMBUN SELASA PAGI

EMBUN SELASA PAGI

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 13, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Di depan rumah yang berdekatan dengan panggung acara tersebut, mataku enggan untuk berlalu. Pernak-pernik makanan menghiasi meja panjang. Namun bukan itu yang kumaksud. Dia yang ada di sana. Berdiri sambil memandang ke depan. Memancarkan Nur dari segala arah. Mungkin hanya aku yang peka. Tak tahu bagaimana dengan Lelaki lain yang ada di sana. Semoga ini awal pertemuan kita...
All Rights Reserved
#64
fajar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Capuccino Sore Itu  ✅ [Tamat dan sudah Direvisi]
  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)
  • RAYGARA (SELESAI)
  • Dari Embun, untuk Fajar dan Matahari
  • Be Present and Stay
  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Rumah Tanpa Atap
  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)

Aku tidak berani bermimpi. Mungkin ini adalah capuccino terakhir yang bisa kunikmati sambil berbincang berbagai basa-basi denganmu. Membicarakan konsep masa depan yang terlalu jauh, bagiku semacam menelan angan kosong. Lelah jiwaku bila terus berpura-pura menikmati obrolan yang membuatku ingin menghilang. Dan sore ini, setelah lama aku bersembunyi, kau pun datang lagi. "San, kamu kemana saja?" "Aku tidak kemana-mana hanya mengistirahatkan hati." "Jangan pergi lagi. Kita bisa menghadapinya bersama, kan? "Maaf, Kak. Kakak punya impian dan aku punya kenyataan. Aku tak mau menjadi perusak mimpi itu." "Tapi kau adalah sebagian impianku." "..." _________________________________________ NOTE : Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila terdapat kesamaan waktu, tempat, dan suasana hanya karena terinspirasi saja

More details
WpActionLinkContent Guidelines