My Story

My Story

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 29, 2019
Ini bukan tentang masa SMA yang indah dengan cerita cinta. Banyak orang berkata masa SMA lo bakalan indah kalau lo punya pacar, masa SMA lo bakalan indah kalau lo pernah bolos atau apapun itu. Namun, bagi Cahaya masa SMAnya sangat indah walaupun tidak memiliki seseorang yang spesial dalam hidupnya. Cahaya seorang remaja 17 tahun yang sederhana, tidak pandai make up atau sesuatu tentang fashionnya, dia hanya gadis yang sering di bandingkan dengan orang lain karena wajahnya yang jelek. Namun, itu semua itu tidak membuat dia rapuh ataupun sedih bahkan semua itu dia anggap sebagai penyemangat hidupnya agar dia bisa menjadi wanita yang hebat. Dingganggu, dihina, diremehkan itu semua memang tidak ia dapat dan terima. Tapi melalui tatapan teman-temannya dia bisa tahu bahwa dia sangat tidak pantas berada di dekat mereka. Laura Cahaya Bagaskara nama lengkap darinya hidup. Hidup mandiri sejak SMA kelas 1, dia dimasukan kedalam asrama putri. Dia tidak menolak ataupun marah kepada orang tuanya karena dia tahu masuk asrama bukan sesuatu yang buruk dia mempunyai kakak laki-laki yang sangat menyayanginya dan kakak perempuan yang sangat cantik. Terkadang banyak orang yang menilai dirinya dengan membandingka dia dengan kakaknya namun dia sadar betul kalau kakaknya memang lebih cantik dari dirinya. Kakaknya juga sering mengucilkan dirinya namun dia tak pernah sedih bahkan dia selalu tersenyum dikala dia di tatap remeh. Ini ceritanya, Cahaya hidup dengan senyum yang menutup segala kesedihannya.
All Rights Reserved
#956
bad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • SYAKIRA how are you?
  • CEZALINE
  • Muhasabah cinta (COMPLETED)
  • TRAUMA
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • Lencana Merah

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines