We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
GALAXY

GALAXY

  • WpView
    Reads 322
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Apa yang akan kau lakukan jika mempunyai sahabat kecil yang ternyata melupakan moment kebersamaan kalian waktu kecil? Itulah yang di alami oleh seorang Kenzaro Alvanio, cowok balsteran Amerika-Indonesia yang bermarga Alvanio ini dikenal dengan sifat dingin yang terus membangun tembok kokoh sehingga tak ada satupun perempuan yang berhasil menarik perhatiannya. Tak ada, kecuali sahabat kecil nya Alexa Putri Fernanda, cewek cantik blasteran Australia - Indonesia yang dikenal mempunyai sifat ceria, cerdas dan ramah ini ternyata melupakan sahabat kecilnya karna sebuah kecelakaan sehingga menyebabkan ia mengalami Amnesia Retrograde. Lantas bagaimana cara seorang Kenzaro Alvanio mengingatkan kembali Alexa tentang kebersamaan mereka? ******* "Akan ku lakukan cara apapun agar kau bisa mengingat aku dan kebersamaan kita kembali yang sampai saat ini tak bisa kulupakan Putri "__ Kenzaro Alvanio "Akan ku tunggu semua caramu Aro"__ Alexa Putri Fernanda ********
All Rights Reserved
#112
mine
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • ALEXA || New Life ✓
  • GALEXA [NOVEL]
  • Damn! It's Love
  • Pay One Get Two
  • AZKIAN
  • Transmigrasi Seksi Bumil
  • BOYFRIEND (Cinta Sejatiku)
  • After You Hurt√

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines