Looking For

Looking For

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 14, 2019
"Ada hal dalam hidupku yang tak berwujud. Yang membawaku pada air mata, menyematkan binar lengkung tawa. Terbuat dari waktu yang pernah kita sempatkan, kini waktunya ku sebut kenangan. Ung, jika itu satu-satunya cara, aku tidak akan membiarkanmu kemana-mana." -Red Altare- ............. Bagaimana jika tiba-tiba kita lost contact dengan sahabat kita, yang paling mengerti dan memahami kita. Kemudian tanpa sadar kenangan itu terbayang, karena lagu lama yang terputar. Dan rasa yang kata orang dibilang "rindu" itu berhamburan, membuat tenggorokan tercekik karena kelenjar air mata yang tidak bisa dikondisikan. Kemudian sadar kalau kita sedang tidak tau apa yang harus dilakukan.
All Rights Reserved
#4
dramamisteri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • Meninggalkan Tanpa Pamit
  • Nara di Mata Sagara [END]
  • save me
  • best friend and twilight
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • Pendekar Dari Pajajaran

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines