CHLOROPHTYA

CHLOROPHTYA

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 24, 2019
Tabik dan salam, siapa pun dirimu. Namaku alkat. Menulis adalah satu sel kecil dan sebuah lorong harapan yang membantuku agar tetap hidup. Dengan menulis selalu ada setitik cahaya dalam temaramnya gulita. Dari sinilah semua bermula.Suka,duka,cita,lara dan segala apapun rasa yang tak bernama selalu berhasil menggoreskan kerayonnya dihidupku. Terimakasih banyak,keadaan. Selamat membaca. Kesedihan pun mempunyai tempat yang baik dihidupmu. Maka cukupkan. Jangan berlebih jangan terkurang. Kadang cukup itu lebih dari cukup. Dengan cinta,alkat.
All Rights Reserved
#253
alpukat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • pengendali hati
  • 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗡𝗲𝗶𝗿𝗮
  • HANYA TENTANG KAMU
  • Rain-A
  • CLARA
  • Summer Waves [2023]
  • ARA - REVISI
  • Sepotong Kue Kenangan dan Secangkir Kopi Pahit
  • SOMEONE

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines