Ruang Muslimah

Ruang Muslimah

  • WpView
    LECTURAS 178
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 4, 2020
Kelak, engkau akan dicintai karena agama dan akhlakmu. Karena cantiknya hatimu, bukan lagi rupamu. Hingga kau tak perlu khawatir untuk berlomba-lomba merias diri sebelum waktunya. Merias diri untuk siapa saja yang melihatnya. Dan kelak, kau hanya akan menerima seseorang yang memilihmu karena cantiknya hatimu. Ia tak pandang rupamu, justru ia terpikat akan polosnya wajahmu.
Todos los derechos reservados
#197
rohani
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • Penantian Terindah [COMPLETED]
  • Asheeqa's Dream [COMPLETE]✔
  • CINTA UNTUK ALYA
  • MengenggamMu Dalam Ketaatan [TAHAP REVISI]
  • Javas Drexzer [END]
  • Perjuangan
  • Mendadak Khitbah
  • Ad Meliora || END✓
  • Ikhwan Mualaf
  • JATUH CINTA LAGI
  • senja di matamu
  • In Memory
  • Dia dan Doa
  • SIYAHAT AL-'ASHIQ [TAHAP REVISI]
  • di akhir perang

Setiap manusia memiliki kesalahannya masing-masing. Tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Dan tak ada pula yang sepenuhnya terbebas dari khilaf, dari dosa, dari luka yang ia ciptakan sendiri... atau yang ia warisi tanpa pernah memintanya. Begitu pula dengan seorang gadis yang masih terjebak dalam kebingungan tentang dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus melangkah, tidak tahu arah mana yang layak ia sebut sebagai tujuan. Di antara sunyi dan gelap, ia bertanya... apakah dirinya masih pantas untuk diampuni? Apakah kesalahan dan dosa yang menempel di hatinya masih bisa dimaafkan? Hidupnya terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya. Tanpa penerangan. Tanpa pegangan. Tanpa payung yang mampu melindunginya dari derasnya hujan kenyataan. Ia hidup, namun seolah tidak benar-benar memahami untuk apa ia hidup. Ia melupakan kewajiban, mengabaikan panggilan hati, hingga perlahan kehilangan jati dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan dirinya... apakah masih ada jalan untuk kembali? Publish : Juni 2024 The End : Juni 2024

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido