Carpe Diem

Carpe Diem

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 22, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Saepul punya pacar loh!" Azzura berkata heboh. Dahi Rumaisha mengernyit. Saepul si wakil ketua yang seremnya minta ampun kalo lagi marah itu pacaran? Masa sih? "Kamu salah denger kali," Rumaisha mencoba untuk tetap berprasangka baik. "Ih! Sori ya! Aku tuh gak pernah salah kalo dapet informasi. Kamu tuh ya, Ru! Selalu aja enggak percayaan kalo kukasih tau!" Azzura mulai mengomeli Rumaisha yang menurutnya terlalu naif. Kali ini sepasang mata Rumaisha yang mengerjap bingung. Apakah Saepul benar-benar melakukan hal tabu di lingkungan Rohis? Bagaimanapun, pacaran dan Rohis itu bagai air dan minyak. Mustahil untuk bersatu.
All Rights Reserved
#12
redaksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • Memo Rasa ✔️ (Part Lengkap)
  • Sorry, I'm not romantic
  • CALON LELAKI IDAMAN
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Zivanna
  • Raquilla
  • MARVELLA QISYA [ End ]
  • Arseta's Last Step [✔]
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines