Fashfakhil Shafkhal Jamil

Fashfakhil Shafkhal Jamil

  • WpView
    Lectures 290
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., oct. 31, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ekspresi dari mencintai adalah pembuktian dengan tindakan yang agung. Ketika ekspresi cinta adalah doa dan menjaga, maka tak ada yang salah antara dua manusia yang saling mendamba rasa suka. Namanya Fasfakhil Safkhal Jamil, dipanggil Afa. Laki-laki tampan, perawakan tinggi, bernasab baik. Penyandang status ganda. Seorang santri hufadz dan juga mahasiswa di jurusan IT. Diam-diam mendamba rasa dengan seorang gadis cantik berkaca mata, seorang mahasiswa jurusan Sastra Indonesia, bernama Lubna Zakiya. Pertemuan yang tidak disengaja, memberi kesan sempurna, menoreh secercah harap untuk menyambung asa. Namun, manusia hanya sebatas berusaha. Tuhan lebih Kuasa atas segalanya, dan Dia lebih tahu dari seluruh prasangka makhlukNya. Sekuat apapun manusia berusaha, kalau takdir tidak menyatukan mereka, manusia bisa berbuat apa. Disitulah Tuhan mengajarkan ilmuNya, kepasrahan pada sang pencipta Rasa. Melalui kalamNya yang agung, "...boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Q.S. al-Baqarah: 216). Bagaimana, kisah Afa dan Lubna, apakah Tuhan menyatukan hati keduanya? Nantikan kisahnya...
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Tsuroyya; Mengejar Mentari di bawah Purnama
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • ZA&RA
  • Kahfi dan Yumna
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • TULUSNYA CINTA SAKHA (TELAH TERBIT)
  • Perjuangan Cinta Al Fatih (✓)
  • Cinta Tak Terduga
  • Janji Diujung Doa
  • With You Until Jannah

kita pasti pernah merasakan friendzone. kata orang, tidak mungkin dalam hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidak ada yang menyimpan rasa. entah salah satu atau bahkan kedunya. "Jika memang dia jawaban atas doa-doamu, bukankah kau memang harus menerimanya, Lif?" "Lalu, bagaimana jika ternyata aku menyebut nama lain dalam doa-doaku?" "Apa nama lain itu namaku, Lif?" dengan suara yang begitu lirih ia bertanya Gadis itu mengangguk, "Lif, aku memang menaruh harap padamu. Aku juga menyebut namamu disetiap sujudku. Namun, ada hal lain yang membuat aku tidak bisa melanjutkan harapanku" "Kalimatmu justru tidak memberikan jawaban apa-apa, Ham. Aku kecewa, kau terlalu pengecut. Aku benci itu" Haruskah Alif berbalik arah? Meninggalkan semua yang berkaitan dengan citanya dan memilih hati yang membuatnya menjadi perempuan istimewa? Namun kenyatan yang ia jumpai begitu memilukan. Hatinya mungkin bisa ia genggam, namun tidak dengan hari-hari di masa depannya. Jangan berliku macam apalagi yang harus ia tempuh? Apakah logikanya lemah setelah itu? Seperti perempuan kebanyakan, akankah ia mengandalkan perasannya? Mari simak kisahnya Salam Friendzone LA_IN

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu