I Really Like You

I Really Like You

  • WpView
    LECTURAS 24
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, sep 21, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Riri bingung antara jujur dengan perasaannya atau menjaga hati temannya. Meskipun mereka bukan teman dekat tapi Riri dan Salsa melewati berbagai kegiatan di organisasi yg memang sama-sama mereka ikuti. 'apa gue harus pendam aja ya, gue gak mau cuman karna masalah cowok, gue dijauhin sama temen gue, tapi kan mereka gak pacaran dan cowok itu deketnya sama gue dan gue udah terlanjur jatuh cinta sama dia.' 'gimana pun juga gue yang duluan kenal dan suka sama dia, tapi gue juga gak ada hak buat marah karena hubungan gue sama dia cuman sebatas temen smp doang. Tpi gue kok gue gk suka banget kalo mereka udh berduaan.' 'kira-kira dia terima masih mau nunggu gue gak ya setelah ngibar nanti. Gue takut kalo gk sekarang, dia bakal pacaran sama cowok lain. tapi gue gk mau ngambil keputusan secepat ini.' Sebenarnya masalah ini tak begitu sulit. Hanya mereka berpikir terlalu jauh dri apa yang akan terjadi.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sebuah Titik : SAGARA
  • Kebodohanmu Akhir Cerita Kita (TELAH TERBIT)
  • Meet And Backstreet
  • Truth or Dare (Completed)
  • 365 Day's to Fall in Love
  • KEPERGIAN SENJA
  • RIBET - [ SELESAI ].
  • Another [END]
  • Bad Influence

"Iya aku maafin",Ucap Rita. Tapi gw masih belum yakin kalau dia beneran maafin setelah apa yang gw ceritain tentang kenyataan yang sebenarnya antara gw sama Eci, perasaan gw saat itu ga karuan, bingung karena ga tau harus gimana biar yakin kalau dia beneran udah maafin gw, takut, karena apa hubungan gw sama dia bakalan berakhir karena sebuah kejujuran yang gw katakan, gw hanya bisa terdiam dan sesekali melihat raut wajahnya buat meyakinkan apakah dia terlihat marah ataupun sebaliknya. " Aku beneran minta maaf, jujur aku udah nyaman sama kamu, karena itulah aku cerita yang sebenarnya, kalau setelah ini kamu menjauh dan kita ga ketemu lagi, aku cuman bisa pasrah dan terima karena ini salah aku" ucapku sambil menghampiri rita yang masih duduk di meja riasnya. Untuk meyakinkan lagi, gw pun meminta maaf untuk kesekian kalinya sambil sedikit membungkuk, namun tiba-tiba dia menarik wajahku dan mencium bibirku lalu berkata : " Kamu tau kan aku tinggal dimana?" " Dan kamu tau kan nyari aku kemana?" Ucap Rita, sembil beranjak dari tempat duduknya lalu menarik tanganku isyarat bahwa dia sudah siap untuk melanjutkan rencana kita jalan berdua. Kita pun memutuskan untuk makan di sebuah cafe di daerah jalan Riau, aku pun sesekali memperhatikan wajahnya dan terlihat seperti tidak terjadi apa-apa. Pikir gw, mungkin dia hanya mencoba menjaga suana dan bakalan ninggalin gw setelah malam ini berakhir. waktu udah lewat jam 11 malam, akhirnya kita berdua memutuskan untuk pulang. " Bu eci gimana?" tanya rita sesaat setelah masuk ke dalam sebuah taksi yang akan mengantarkan kita berdua pulang, " Maksudnya?" jawab gw, " Kamu sama Bu eci bisnis bareng dari nol sampe punya hubungan, dan sekarang kamu jalan sama aku, apa dia bakalan terima?" tanya rita sambil memainkan hp nya. gw cuman bisa terdiam karena gw pun ga tau apa yang akan terjadi setelah ini.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido