MIMPI INDAH

MIMPI INDAH

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 13, 2019
" Mimpi Indah Hari sudah mulai gelap tanda sang rembulan akan menggatikan tugas sang matahari untuk menyinari Terasa waktu telah menunjukan pukul 08.00 malam, cahaya bulan pun menerangi malam malamku yang gelap. Saat itu cuacanya sangat terang bulan dan aku memutuskan untuk keluar rumah sejenak dan menikmati indahnya suasana malam. Seketika aku teringat pada sosok ibuku yang sudah lama meninggalkanku. Aku berdoa pada tuhan agar aku bisa bertemu kembali dengan ibu mungkin suatu saat nanti.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lonely Tomorrow
  • Semesta
  • ~CINTAKU UNTUK VAMPIRKU~
  • "Tatapan Terakhir yang Tak Kujadikan Pertanda"
  • alxendric and his wounds
  • WARISAN
  • Lembayung
  • Tangisan Hujan
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Rainy Day (complete)

Kala sinar sang surya kembali menampakan dirinya setelah bersembunyi lama di balik ribuan awan di langit abu-abu. Kini ia kembali menampakan sinarnya yang menyorot langsung ke wajahku yang sedang tertidur. Aku membuka kedua mataku perlahan dan kulihat sinar sang surya sangat terang hingga membuatku merasa silau. "Tidurmu nyenyak?" Suara yang terdengar berat dan lembut itu menyadarkanku. Singkat aku mengerjap guna memulihkan kembali pandanganku yang sempat memburam. Kemudian samar-samar senyuman terukir tipis di wajahku tatkala sudah kulihat jelas wajahnya yang sedang duduk di depanku, tengah memandangku dengan senyum manis nan tampannya. Memiliki kulit putih bersih, rambut hitam lebat, alis tebal, dan mata cokelat indahnya... itulah dia. Kami saling melempar senyum serta saling menatap lekat satu sama lain. Hanya ada kami di sini, di kelas yang kosong pun sunyi. Sunyi yang menenangkan sebab hanya ada kita berdua di dalamnya. Namun, ini hanyalah mimpi. Mimpi yang sangat indah dan seolah tampak sangat nyata. Kau ada di sini, tepat di depanku, memberikan senyum manismu padaku, tapi aku tak dapat menyentuhmu. Kau tampak nyata padahal sebenarnya kau hanyalah ilusi semata seperti sebuah lukisan indah di dalam air yang jika disentuh dengan seujung jari maka hilanglah sudah lukisan indah itu. Lenyap, tak tersisa. Kau bagai embun yang hanya muncul sesaat di pagi hari lalu menghilang saat matahari menyinari bumi. Begitulah dirimu. Setiap mengingat momen-momen indah bersamamu saat masa remaja, membuatku selalu merasa seperti kembali ke masa itu. Di masa kita saling mengenal dan melakukan banyak hal bersama. Aku ingin kembali ke masa itu dan kembali mengingatmu. Ya dirimu, yang entah kapan akan kembali. [ cover by : Pinterest ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines