RAJIN BELAJAR

RAJIN BELAJAR

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 13, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Tagscerpen
Hari Senin yang cerah Nana, Tia dan Luluk seorang siswi kelas 4 SD Merah Putih sedang melaksanakan upacara bendera. Setelah selesai mereka menuju kelas untuk mengikuti pelajaran. Hari ini pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Jawa. Mata pelajaran pertama adalah matematika, setelah menjelaskan tentang materi tersebut bu guru menyuruh mengerjakan latihan soal, suasana kelas nampak hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal. Kemudian setelah selesai Bu guru berpesan untuk mempelajari materi pembagian dan perkalian dengan soal cerita Karena sewaktu waktu diadakan ulangan mendadak. Setelah bel sekolah berbunyi siswa siswi berhamburan keluar kelas untuk menuju rumah masing-masing. Nana, Luluk dan Tia pulang bersama jalan kaki karena rumah mereka yang tidak terlalu jauh dari sekolah. "Habis makan siang nanti kita main yuk aku baru di belikan boneka barbie baru sama ibuku." Ucap Nana kepada kedua temannya. "Asik, Nanti aku datang kok."ujar Tia "Okey, gimana Luk kamu mau ikut nggak?" Tanya Nana "Enggak deh aku mau belajar aja di rumah katanya tadi di suruh belajar karena siap siap jika ada tes dadakan." Kata Luluk. Sesampainya di rumah Luluk berganti pakaian, makan, dan istirahat siang sehingga malamnya ia bisa belajar dengan tenang dan konsentrasi. Sedangkan Nana dan Tia bermain boneka hingga malam sehingga tidak sempat mempelajari materi tadi. Keesokan harinya mereka berangkat bersama, dan benar sa Yoja setelah memasuki kelas guru langsung memberikan soal ulangan harian. Nana dan Tia merasa kesulitan mengerjakan soal, akhirnya mereka mendapatkan nilai jelek dan harus remidi. Lain halnya dengan Luluk. Dia mendapatkan nilai terbaik di kelasnya karena dia sudah belajar sesuai yang diperintahkan gurunya. Bu guru meminta agar Nana dan Tia belajar dengan temanya, Luluk.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sweet Home || HoonSuk
  • peterpan [markhyuck/nomin/ Guanren/kunyang]
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa
  • Satu semester seribu kenangan
  • Forever Friends ( End )
  • MUSUH + (markhyuck)
  • ketos & waketos -nomin-
  • Flare

"Mau main rumah-rumahan sama gue ga?" Hyunsuk pikir, pertanyaan segila itu cuma lelucon receh dari musuh bebuyutannya. Tapi ternyata, satu jawaban 'iya' bisa jadi tiket masuk ke dunia yang sama sekali ga pernah ia bayangkan - dunia milik Park Jihoon dan teman-teman. Sebagai ketua osis yang hidupnya lurus-lurus aja, Hyunsuk meerasa ga ada alasan untuk terus ketarik ke urusan anak geng motor kayak Jihoon. Tapi entah kenapa, takdir selalu nemuin cara buat nyeret mereka berdua ke situasi yang sama. Lagi. Dan lagi. Mereka seperti kutub yang saling bertolak belakang: satu teratur dan dijunjung, satunya lagi liar dan sulit dipahami. Tapi entah bagaimana, semesta selalu berhasil mempertemukan mereka dalam situasi yang tak bisa dihindari. Hyunsuk perlahan menyadari, di balik sikap sembrono dan wajah tengil Jihoon, ada sisi lain yang tak pernah ia sangka. Ada luka, rahasia, dan sebuah dunia yang perlahan membuka dirinya - membuat Hyunsuk sadar, apa arti rumah yang sebenarnya. "Oh Jihoon si ketua Díamonds? Geng motor yang sukanya cosplay jadi keluarga cemara itu? Pfftt kek banci!" "Kak Hyunsuk baik banget, jadi mama aku aja ya?" "Mama? Ogah! Selera gue kan bukan om-om udah punya anak istri, dikira pelakor kali ah" "Bukan! Bukan orang tua beneran, tapi mamah-mamah an, nanti yang jadi papa nya Papa Jihoon" "HAH?!" "I hate you, but then i love you" "Kalo lo mau jadi pacar gue, lo juga harus terima semua anak-anak gue" "Are you flirting or starting a fight?" "Yes! Mama baru has been detected~" - All pict cr: Pinterest !!-Irregular updates-!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines