Babi dan Domba

Babi dan Domba

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 13, 2019
Babi Dan Domba Part - 1 Pada suatu desa yang cukup jauh dari kota, ada beberapa keluarga yang tinggal di dalamnya. Tepatnya ada di suatu lembah hijau disertai dengan pepohonan yang sangat rimbun. Keluarga yang tinggal tersebut mempunyai peliharaan babi dan juga domba yang snagat terkenal. Mereka mempekerjakan beberapa pekerja yang tinggal di sekitar lembah untuk memberi makan babi dan domba. Selain memberi makan, mereka juga harus membersihkan keduanya. Jika bulu dombanya sudah lebat, maka para pekerja harus memotongnya dan menjual bulu tersebut ke pasar. Begitu pula dengan babi, jika beratnya sudah cukup para pekerja harus menjualnya ke kota. Jumlah dari domba dan babi di sana cukup banyak sehingga itu menarik minat para pembeli. Dan konon katanya, pada masa itu binatang bisa berbicara satu sama lain yang tidak dimengerti oleh bahasa manusia. Kebetulan babi dan domba tersebut letak kandangnya berdekatan sehingga mereka bisa berbicara satu sama lain. Sehari-hari, kadang suara babi dan domba ribut dan itu tidak diketahui oleh manusia bahwa mereka sedang berbicara. Saat hari jualan babi tiba, biasanya babi dengan ukuran yang besar ditimbang dan diserahkan kepada para pembeli. ~BERSAMBUNG~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hamba Setia untuk Saudara Tercinta (End)
  • (End) Istri Pastoral Soliter
  • Apa Salah Ku? [TIDAK DI LANJUTKAN]
  • [BL] Melarikan Diri dari Kelaparan dengan Luar Angkasa: Berubah menjadi Saudara
  • True love struggle ziragat (PROSES REVISI)
  • BABY TOMY
  • Aroma Cinta Ikan Asin
  • KKN: Kutukan Kampung Neraka

Su Ling adalah seorang anak manja. Hidupnya berubah drastis setelah kedua orang tuanya meninggal secara tak terduga. Sang bibi merasa kasihan melihatnya sendirian, lemah, dan sering sakit, sehingga ia mencarikannya pasangan untuk dinikahkan. Malam itu, Su Ling bermimpi tentang masa depan pernikahannya. Awalnya, suaminya memperlakukannya dengan baik, tetapi setelah menjadi kaya dan sukses, ia mulai berpoligami-memiliki tiga istri dan empat selir. Su Ling pun akhirnya dicampakkan karena tidak bisa melahirkan seorang putra. Saking marahnya, Su Ling langsung terbangun dari mimpi buruk itu. Ia melihat bibinya menatapnya dengan ekspresi cemas, bertanya apakah ia merasa lebih baik. Namun, tanpa sengaja, ia mendengar suara hati bibinya: "Anak ini cantik sekali, pasti bisa dijual dengan harga lebih tinggi." Tanpa mempedulikan larangan keluarga, hari itu juga Su Ling pergi ke rumah pelelangan budak untuk membeli seorang pelayan. Saat mendengarkan suara hati para pelayan di sana, kebanyakan dari mereka memiliki niat jahat-ada yang berpikiran mesum, ada yang menganggapnya lemah dan mudah ditindas. Namun, hanya ada satu pria yang berjongkok di sudut dengan ekspresi kosong, tanpa emosi sedikit pun. "Dia saja," pikir Su Ling. "Kalau membeli pelayan, sekalian yang tampan." Ketika kerabat dan tetangga melihat Su Ling membeli seorang pria bertubuh tinggi, mereka semua mencibir. "Tak tahu malu! Berani-beraninya beli pria sendiri! Jangan sampai malah mengundang serigala masuk ke rumah!" Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Pria itu begitu terampil hingga membuat orang iri. Ia bisa melakukan segalanya, mulai dari berburu di gunung hingga bertani. Pada akhirnya, ia bahkan "melayani" Su Ling sampai tak bisa bangun dari tempat tidur. Setelah menikah, pria itu tetap pendiam. Namun, setiap kali sesuatu terjadi, telinganya akan memerah, bibirnya terkatup rapat, dan matanya akan menatap Su Ling dengan penuh harapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines