We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
~PROfesional~

~PROfesional~

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 13, 2019
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Tagscerpen
"Pada suatu pagi hari yang hening" Suara alarm yang terdengar berisik berhasil mengusik tidur fabiano yang begitu lelap. Niat hati hanya ingin mematikan alarm tersebut, namun matanya seketika terbuka lebar. Fabiano kaget melihat jam menunjukkan pukul 7. Segera ia bergegas ke kamar mandi dan bersiap ke kantor. Dengan kecepatan maksimal ia mengendarai mobilnya di tengah jalanan ibu kota. Seberapa ngebut fabiano, tetap saja ia sudah telat meeting yang telah diajukan jamnya karena bos fabiano yang akan pergi ke luar kota. "Pagi pak, bolehkah saya ikut bergabung?" Tanya fabiano pada bosnya yang tengah memimpin meeting. "Silahkan masuk. Oh iya tapi maaf project kamu ini harus saya gantikan dengan Haris." "Tapi pak, Saya hanya telat sebentar." "Tidak masalah sebentar atau lama, namun bagaimana profesional kamu. Kami semua tenaga professional dan konsisten. Jika kamu tak bisa menangani project ini secara professional mengapa harus saya pertahankan, sedangkan ada temanmu yang memberi ide menarik untuk project ini." "Terlebih ini project besar yang tak boleh disepelekan begitu. Masih untung kamu tetap bisa bergabung dengan anggota lainnya." sambung bosnya. Mendengar ucapan itu, Fabiano terdiam dengan penuh penyesalan. Selesainya meeting semua anggota kembali tim kembali ke meja masing-masing. Livia yang merupakan teman dekat Fabiano di kantor pun menanyakan perihal telatnya. "Kamu kenapa Fab, kok bisa telat di meeting sepenting ini?" "Iya aku salah, semalam aku begadang nonton bola hingga bangun kesiangan dan lupa dengan meeting penting ini." "Oalah lain kali cobalah untuk lebih memprioritaskan sesuatu yang menguntungkan untukmu" Sahut Livia menasehati sahabatnya yang tengah dirundung rasa menyesal " #Sekian Terima Kasih#
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Soal Rasa 2
  • Ada Apa Dengan Waktu ?
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • Lamunan Membawamu Kembali 2.0 [END]
  • Noisy, Fiony. [END]
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia

Aku kira ini telah berakhir dengan bahagia. Tapi ternyata aku salah, aku harus mendapatkan sakit lagi setelah ini. _ Jelza menarik nafas dan menghembuskannya. "Aku tau kamu bersama seseorang akhir-akhir ini, dan ku rasa mungkin kamu mencintainya. Cinta di hati kamu sudah tidak untuk ku lagi Nev. Jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatiku. Aku membutuhkan kamu. Tapi kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang" "Gak ada Jel, aku gak sama siapa-siapa" "Feeling wanita gak pernah salah. Kalau kamu benar sekarang buka handphone kamu" "Jel, itu privasi ku" "Ya aku tau. Tapi mari kita lihat apa kamu berkata jujur atau kah tidak?" Neva tidak tau harus berbuat apa-apa lagi, lantaran di handphone miliknya, ada berbagai macam pesan antara dia dan Haikal yang sudah melewati batasan sebagai seorang teman. Jelza lantas tersenyum ke arah Neva, dan segera berjalan melalui Neva. Tapi tangannya sedetik kemudian di tahan oleh Jelza, "Aku memang sedang bersama seseorang, baru memulai, awalnya kami hanya berteman. Makin kesini perasaan itu bertumbuh begitu saja, tapi aku masih mencintai kamu Jel" Tanpa membalas Neva, air mata Jelza mengalir membasahi pipi. Dia menahan sakit yang begitu luar biasa. Tidak menyangka, dia akan merasakan hal ini kembali. Dengan semua restu yang di dapatkan pada hubungan mereka, ternyata tidak cukup bagi seorang Neva. _**

More details
WpActionLinkContent Guidelines