laki laki dan kenyataan

laki laki dan kenyataan

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 13, 2019
Suatu hari disebuah keluarga di sore hari ayah ibu dan joni sedang menonton acara TV. Kemudian terdengar suara ketukan pintu halus dari pintu depan. Aku pun membukakan pintu dan terkejut melihat wanita cantik bernama Nisa, aku mulai gugup saat melihatnya. Ibu mendekat dan langsung bertanya padaku "siapa jon?" tanya ibu "ini bu temen joni, katanya mau menginap" jawab joni sambil memandangi Nisa "Sini masuk tak usah malu malu" kata ibu sambil menarik tangan Nisa. "tapi buu..." kata joni terpotong oleh jawab ibu "tak apa" kata ibu. Dan mereka pun masuk kedalam rumah dan duduk di ruang keluarga. Tidak terasa hari mulai gelap dan mereka mulai beranjak tidur, tetapi joni tidak bisa tidur dan ingin membuat kopi. Saat membuka pintu ia terkejut melihat Nisa berdiri didepan pintu kamarnya sambil memeluk dirinya sendiri. "Ada apa nis?" kata joni sambil memegang pundak Nisa. "aku tidak bisa tidur, boleh aku ke kamarmu?" kata Nisa "b bboleh" jawab joni canggung. Mereka pun pergi ke kamar Joni dan Joni tidak jadi membuat kopi. Hari mulai semakin gelap dan angin berhembus kencang membawa suasana dingin pada kamar Joni. "suka main game ya?" tanya Nisa sambil duduk di kasur Joni. "iya" jawab Joni. "skuy kita main" kata Nisa. "boleh" jawab Joni. Mereka pun bermain game tanpa memandang waktu. Nisa pun mulai memejamkan mata dengan perlahan. Nisa mulai terlelap tidur di pundak Joni, Joni hanya memandangi wajah Nisa dan mulai berfikir negatif. Joni mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Nisa, sejengkal lagi bibir mereka akan bersentuhan dan Joni mulai memejamkan matanya. Joni pun membuka matanya perlahan lalu menatapi langit langit kamar, saat itu pun Joni tersadar bahwa dia hanya bermimpi. "SIAALLL!!!" kata Joni dan akan melanjutkan hari walau dengan raut wajah murung.
All Rights Reserved
#19
sadboys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Wajah yang Tak Menawan (End)
  • MEISYA
  • Complete (END)
  • Kisah Seorang Shani CEO Muda Yang Cuek dan dingin ke semua orang (Shani)
  • Bunda taehyung~~KOOKTAE
  • Males, ribet.
  • NEVER
  • I'm Hurt (Sehun - Jieun) (✔)

Seorang suami yang bijaksana dan penuh kasih, namun rendah diri, X seorang istri cantik yang tampak lembut namun memiliki jiwa pemberontak. Di Desa Liu Xi, seorang pandai besi buruk rupa baru saja menikahi seorang suami cantik nan lembut. Pada pagi hari setelah malam pertama, Qingyan, yang tubuhnya terasa ngilu dan lemah tak berdaya, memeluk erat pria itu dengan tangannya yang putih dan harum. Ia perlahan mengusap wajah penuh bekas luka milik suaminya. Qiu Henian merasa tubuhnya kaku, lalu menghindar sambil berkata, "Seka dulu wajahmu...." Qingyan dengan lembut bersandar di tubuh pria itu, napasnya hangat seperti bunga "Aku ingin suamiku yang membersihkanku." Istri kecilnya begitu polos dan manja, membuat Qiu Henian khawatir dia akan disakiti orang lain. Dia hampir ingin selalu menjaganya dekat, bahkan seperti menyimpannya di pinggangnya sendiri. Namun, suatu hari, saat dia pulang lebih awal karena ingin bertemu istrinya, dia mendengar sesuatu yang tak terduga. Dia mendengar suara istrinya, yang biasanya pemalu dan takut berbicara keras di depan orang asing, sedang berteriak-teriak marah kepada tetangga di balik pagar: "Kamu pasti kekurangan karma di kehidupan sebelumnya, sampai harus menikahi pria jelek dan tak berguna sepertiku!" "Omong kosong! Pria kamu yang tak berguna! Suamiku bisa tujuh kali dalam semalam, aku sangat bahagia sampai rasanya ingin mati!" Brukk! Qiu Henian tersandung, membuka pintu dengan keras. Qingyan menoleh, wajahnya penuh rasa bersalah. Qiu Henian melangkah cepat, mengangkat istrinya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Qingyan gelisah "Apa yang kamu lakukan?" Qiu Henian menjawab "Kembali ke kamar untuk tujuh kali semalam. Terlambat sudah, waktu tidak cukup." Qingyan "..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines