Story cover for Terimakasih by ajieajieridhou
Terimakasih
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Sep 13, 2019
Malam itu suasana di rumah seakan begitu dingin. Semua anggota keluarga tak mengeluarkan satu patah kata pun. Bukan karena marah atau kecewa, namun karena pusing memikirkan bagaimana cara membayar iuran wisata sekolahku.

Awalnya aku hanya ingin mengurangi beban kedua orang tuaku dengan memutuskan untuk tidak ikut study tour. Namun belum selesai ku ucapkan keinginanku, Ayah yang semula terdiam seribu bahasa langsung membantah.

“Tidak, kamu tetap ikut! Sudah tidurlah, besok ayah bayarkan biaya study tourmu

Ku susuri ruang tengah menuju kamarku. Meski sebenarnya tak bisa tidur, ku coba memejamkan mata dan tak memikirkan apapun. Namun isak tangis ibuku yang terdengar lirih semakin membuatku tak bisa terlelap.

Aku tahu betul mengapa ibuku menangis, namun ayah tetap bersikeras untuk menyuruhku mengikuti kegiatan sekolah tersebut. Dialah sosok pria yang tak pernah membiarkan buah hatinya sedih bahkan malu karena ketidak mampuannya.

Kala itu malam belum terlalu larut, hingga masuk pukul 8.00 malam suara pintu terketuk memecahkan hening di rumahku. Seorang tetangga datang dengan membawa sebuah amplop coklat.

“Malam pak, maaf datang malam-malam”

“Tidak papa pak, silahkan masuk” sambut ayahku.

Setelah keduanya berbincang santai, tetanggaku menyerahkan amplop tersebut pada ayahku. “Ini adalah uang pembayaran tanah yang beberapa bulan lalu digunakan untuk jalan desa.”

Seketika ayahku terkejut. Bagaimana tidak, uang tak tak pernah ia bayangkan sebelumnya tiba-tiba diantarkan ke rumah. Ya, awalnya tanah yang seberapa itu direlakan ayah untuk menjadi jalan umum. Namun karena kebijakan desa, tanah tersebut diputuskan untuk dibeli.

Seperginya tetanggaku, ibu langsung masuk ke kamarku sembari memelukku erat. Tanpa berkata panjang ia memberikan sejumlah uang untuk membayar biaya study tourku. Air mata tak bisa tertahankan dari mata kami, dan malam itu rasa syukur memenuhi hatiku.

All Rights Reserved
Sign up to add Terimakasih to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Perihal Sandwich(End) by dimsumentai
40 parts Complete
Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋
SATU RAGA SERIBU LUKA | by Jenalexa_078
57 parts Ongoing
Ini adalah cerita tentang seorang remaja 16 tahun yang harus menghadapi kejamnya dunia, Jidan Pradipta Aldevaro pemuda yang berumur 16 tahun itu harus menelan pahitnya saat ia mengetahui bahwa kedua orangtua nya sudah meninggal dunia saat dirinya baru melihat dunia pertama kali. Neneknya, tante, om, bahkan kakaknya dan seluruh keluarga Jidan menyalahkan dirinya akibat kematian kedua orangtua nya sendiri, bayi yang bahkan belum mempunyai dosa itu harus terbiasa dijauhi, di benci, dan dimaki oleh keluarga nya. Jidan sejak kecil dititipkan di panti asuhan oleh keluarganya, setelah jidan berumur 5 tahun om dan tantenya membawa jidan pergi dari panti asuhan, ia pikir mereka sudah memaafkan nya dan akan memberikan kasih sayang kepada dirinya, tapi lagi lagi Jidan harus mengubur jauh jauh impiannya. Om dan tantenya memperlakukan Jidan layak nya binatang, bahkan binatang pun tetap diberi elusan lembut sedangkan Jidan? bukan elusan ataupun kata kata manis, melainkan pukulan, cacian, dan makian yang menjadi makanan Jidan setiap harinya. Jidan pikir untuk apa ia hidup kalau hanya diperlakukan seperti binatang, takdir tak pernah bekerja sama dengannya, kebahagiaan tak pernah mendatanginya, lantas untuk apa lagi dia hidup? Tak mempunyai teman, keluarga, bahkan sahabat. Pernah terlintas dalam hati kecil Jidan, "apakah aku bunuh diri saja? " sia' ia hidup bukan. Hingga tanpa disangka' takdir memihak padanya, Entah sementara atau selamanya. Takdir mendatangkan 6 orang laki laki yang sangat peduli dengan Jidan, yang memberi tahu padanya arti kebahagiaan. Jidan bahagia, sangat bahagia. ~Disinilah kisah Jidan dan 6 sahabatnya dimulai. [06/01/2025] #in Nctdream ⚠️ Jangan plagiat! ⚠️ Cerita ini murni dari pemikiran author ⚠️ Jangan disangkut pautkan dengan kehidupan real life _🌱
Eshal Renjana (Lengkap)✔ by Nana_Kiyowoo
56 parts Complete
"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.
You may also like
Slide 1 of 10
please stop it!! [Ending] cover
MFS ✓ cover
Maaf' (Revisi) cover
Perihal Sandwich(End) cover
Rintik Sendu ✔ cover
[ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun cover
SATU RAGA SERIBU LUKA | cover
Eshal Renjana (Lengkap)✔ cover
SELEPAS KAU PERGI (END) cover
Jejak Luka Di Bawah Langit Senja cover

please stop it!! [Ending]

21 parts Complete

Dalam kegelapan pekat Aku mengembara mencari jalan Jalan ini terlihat tidak seperti jalan Seperti angin yang tidak berhembus Hariku selalu di tempat yang sama Aku mengikuti cahaya redup Aku menipu diri sendiri dalam kehidupan yang sulit Aku mengalami hari yang berat Di dunia yang sulit ini Akan ada kenangan yang selalu menungguku di sana Seperti mimpi Aku merindukan kesepianku Apakah hanya aku satu-satunya yang sendirian? Tidak ada seorang pun yang mengajariku Apa yang aku butuhkan besok hari..? Tidak ada seorangpun yang mendengarku. Inilah kisah ku.. @teenlitIndonesia ✔ dilarang keras meng-copy atau menyalin cerita ini. ✔ Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang. ✔ ❎Warning : adanya kata-kata yang kasar, tolong kebijakannya. ✔ Cerita ini tidak boleh di tiru apalagi di peragakan kesehariannya. ✔ Jangan lupa vote dan komentar di setiap bagian. ✔ ? Tolong di share kan ke teman-teman para pembaca, mohon kerja samanya. ☑ Follow juga ya. Bye.. happy reading guys.. ??.