Kotak Puzzle Ali untuk Hana

Kotak Puzzle Ali untuk Hana

  • WpView
    Reads 241
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing1h 36m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 13, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ali tak tahu jika Hana memiliki suara sebagus itu dan lagi, itu membuat kotak puzzle Ali untuk Hana terbuka. Ali baru menyadari suara indah Hana bisa membuat dirinya nyaman dan terbuai, Tak terasa, lagu itu berakhir dan suara tepukan datang dari semua orang di sana untuk Hana. Lalu, Hana berterimakasih dan berniat akan turun dari stage kecil itu. Sebelum turun, ada satu kalimat yang Hana ucapkan dalam hatinya sebelum semua keadaan menjadi..... Ini adalah sebuah kisah antara dua orang dengan jalan pemikiran yang berbeda. Sama - sama menolak untuk berkata iya padahal mereka berlabuh di hati yang sama. Akankan kotak puzzle Hana terbuka semua?
All Rights Reserved
#625
romantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jangan Berpaling Dariku
  • The Journey of Love and Friendship
  • Sebelum rumah itu jadi
  • Jun & Hana
  • I Love You, Husband
  • Kacamata Hitam Si Jomblo
  • Putar Arah
  • Antara Dua Dunia: Kisah Cinta Kita
  • Antara Luka & Cinta Baru
  • The Lonely Millionaire Volume 1

Berkahwin dengan lelaki yang dia cinta merupakan impian dalam hidup Aina. Bahagia... itu yang dia mahu bersama Benjamin. " Sampah apa yang kau bagi pada aku ni?" kasar suara Benjamin menyoal. Aina mengambil dokumen yang dilemparkan Benjamin di atas meja lalu dia membelek sekali lagi. Rasanya tiada kesilapan yang dia lakukan kerana dia telah menyemak berkali-kali sebelum menghantarnya kepada Benjamin. " Erk... ini kan dokumen yang Encik Benjamin suruh saya buat." Aina membalas perlahan. Dan dia rasa ingin menampar mulut sendiri kerana menjawab. " Ini bukan dokumen yang aku suruh kau buat tapi ini sampah! Benda macam ni patut masuk dalam tong sampah, bukan kat atas meja aku!" Benjamin membentak kuat. Namun hidupnya seakan tercampak ke dalam lembah kedukaan bila Benjamin sering menolaknya jauh dari sisi. Bertahan atau mengalah... apa yang harus dia lakukan? Dibenci suami sendiri, sanggupkah Aina bertahan di sisi Benjamin?

More details
WpActionLinkContent Guidelines