We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hari yang buruk

Hari yang buruk

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 13, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Hari libur tiba ,sekumpulan anak berkumpul untuk membuat rencana kegiatan untuk mengisi waktu luang saat libur.salah seorang dari anak yang sedang berkumpul mengajukan idenya untuk pergi memancing juga untuk melihat alam sekitarnya.Alhasil hanya ada 3 anak yang akan pergi memancing , dan mereka bernama Dil , Pros , dan Fron.mereka pun berbincang Dil : Aku mau bertanya , diantara kalian apa ada yang tau dimana spot memancing yang nyaman? Pros: Kalau aku tidak bisa menentukan spot nya, mungkin fron tau Fron : Aku punya usul bagaimana kalau kita pergi memancing di sungai dekat ujung desa, apa kalian setuju Dil : Boleh juga , bagaimana pros apa kamu setuju? Pros : Aku setuju dengan fron. Fron : Kalau begitu besok pagi kita berkumpul di jembatan dekat lapangan saja agar tidak saling mencari. Dil : Baiklah. Pros : Kalau begitu persiapkan peralatan kita masing masing yang diperlukan besok. Fron : Ya sudah ayo kita pulang dulu. Keesokan harinya mereka berkumpul dan siap untuk berangkat.setelah perjalanan cukup lama , merekapun akhirnya sampai disungai dekat sawah ujung desa. Dil : Apa diantara kalian ada yang sudah membawa umpan? Pros : Aku lupa tidak memikirkan tentang umpannya. Fron : Aku juga belum menyiapkan umpan. Dil : Karna kita belum ada umpan untuk memancing , bagaimana kalau kalian yang mencarinya. Pros : Kamu saja dil. Fron : Kamu juga pros. Setelah mereka saling menyuruh , mereka pun saling dorong mendorong di pinggir sawah.Mereka semua akhirnya terjatuh kedalam sawah dan saling menyalahkan. Karna mereka sudah kotor akhirnya mereka semua mencari cacing disawah tempat mereka terjatuh untuk digunakan sebagai umpan.setelah umpan yang mereka cari dirasa sudah cukup, mereka langsung memasang umpan di alat pancingnya masing–masing.Tiba–tiba cuaca menjadi mendung dan mulai turun hujan yang cukup deras,mereka lalu berteduh.setelah reda mereka pun pulang tanpa mendapatkan hasil tangkapan sama sekali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hidup di Dalam Bayangan
  • Goresan Seorang Pengembara
  • Saujana Sandyakala ~ Completed
  • hanya untuk bunda
  • KING BLACK
  • Destiny ✓
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • My Wife
  • Ada Apa Dengan Waktu ?

Prolog Dibawah Pohon Mangga sangat besar dan ditambah ayunan gantung yang menghiasinya membuat gadis kecil saat itu sangat nyaman diposisi memeluk kedua lututnya, ditambah dengan hembusan udara yang sejuk membuatnya hanyut dalam fikiran yang tidak tau apa saat ini yang dia fikirkan. Gadis mungil yang penuh tatapan kosong itu adalah aku. Tidak tau sudah berapa lama aku duduk diposisi saat itu, yang jelas saat aku tersadarkan diri kedua kakiku telah keram. Tidak terasa ada butiran air yang menghangatkan disekitar kelopak hingga ke pipi ku, menyesalkan semua yang pernah terjadi antara aku dan kamu. Proses yang telah membuat kita dekat. Dulu hanya sekedar kamu aku, tetapi nyatanya telah berubah menjadi kita. Dulu hanya sekedar sapa, tetapi nyatanya telah berani saling merindu. Dulu hanya sekedar percakapan biasa, tapi nyatanya sangat luar biasa sehingga tak jarang membuat kita sering bertengkar. Suasana berubah menjadi gelap. Mentari telah menyelesaikan tugasnya saat ini, dan kembali bersembunyi dibalik bumi. Seperti biasa, aku menepati janji ku untuk selalu hadir disini. Meski tampak bodoh, menunggu mu sungguh sangat membuatku lelah. Dan berfikir untuk apa aku menunggu. Nyatanya aku tidak tau dimana tempat dirimu kini singgah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines