harap tak pasti

harap tak pasti

  • WpView
    Membaca 2
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Sep 13, 2019
Hal yang dari dulu aku kira akan bertahan lama, ternyata berakhir lebih cepat. senyum yang aku kira akan selalu menemaniku, ternyata tak selalu berada disitu. Dan teman yang padanya aku tumpahkan segala percaya, ternyata begitu mudahnya menjauh tanpa sedikitpun mengucap kata. Nyatanya, memang tak ada yang abadi di dunia ini, keabadian hanya milik-Nya. maka teruntuk siapapun yang menaruh harap pada selain-Nya, bersiaplah untuk rasa kecewa yang tiada habisnya. Dan untuk segala kecewa yang pernah kamu rasa, belajarlah ! terurama pada harap, jangan sampai keslhan yang sama terulang kedua kalinya, jangan sampai kesalahan yang sama terulang lagi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Aksara & Allegra [REVISI]
  • Maybe It's You(?)
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )
  • Abbashana ✓ [REVISI]
  • STOP WALKING (Complete)
  • Risalah Hati (ZeeSha) [END]
  • Red String
  • Christian & Marsha (S2)
  • Alena

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan