Waktu yang berlalu

Waktu yang berlalu

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Dec 15, 2020
Puji syukur alhamdulillah semoga senantiasa terucapkan kepada sang pencipta karna berkat rahmat hidayah dan inayah-NYA, kita masih menghirup udara segar yang berupa kesehatan jasmani dan rohani.. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada panutan alam, yakni habibana, warasulana, wanabiyana, wamaulana Muhammad SAW, Yang telah menggiring kita dari zaman yang penuh dengan kehinaan, kebiadaan serta kebodohan menuju zaman yang in syaallah penuh dengan keberkahan dan kerahmatan.. "Addinul islam, al islamu ya'lu wala yu'la 'alaih" Karya ini pada awalnya hanyalah emosi yang dipacu kedalam opini sehingga menghasilkan imajinasi yang semoga bisa terrealisasikan.. Semoga bermanfaat dan selamat membaca 😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tahajjud Cinta [END]
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Takdir Dari Pesantren
  • Satuan Takdir
  • YANG TERPILIH
  • Takdirku Memilihmu
  • ACA (Ayat Cinta Aina) 「TERBIT」
  • ZARAIDEN [End]

[SEKUEL TAKDIR CINTA] Memperjuangkan cinta melalui shalat tahajjud? Emang ada ya? Apa jadinya jika kita mencintai seseorang, tetapi hanya bisa berjuang melalui tahajjud dan do'a? Begitulah kisah Rafzan, si cowok berandalan dengan Adilla, si gadis muslimah. Rafzan Rafassya Al-Fathir, seorang cowok berandalan yang disuruh sang Papa ke sebuah pesantren agar bisa merubah sifatnya. Sampai dimana, di sana ia bertemu dengan seorang gadis berhijab yang mampu menanamkan perasaan berbeda dihatinya. Ia berusaha mendekati gadis itu, tetapi selalu saja gagal. Hingga akhirnya ia menemukan cara untuk bisa mendapatkan gadis itu, yakni shalat tahajjud di sepertiga malam. Adilla Alfanisya Az-Zahra, seorang gadis muslimah nan cantik yang sangat ta'at pada agama. Sebuah pertemuan singkat di depan teras masjid mampu membuat hatinya merasakan cinta untuk yang pertama kalinya. Namun sayangnya, perasaan itu hanya mampu ia pendam dalam diam. Selebihnya, ia munajat kan cinta itu di sepertiga malam pada Rabbi sang pemilik cinta. "Jika rayuan ku tak mempan bagimu, maka izinkan tahajjud ku menyapa hatimu." -Rafzan "Jika bibir ini tak mampu untuk mengungkapkan rasa cinta, maka biarkanlah hati ini memendamnya dalam untaian do'a." -Adilla *** CERITA INI SAYA TULIS MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. MOHON MAAF BILA TERDAPAT KESAMAAN CERITA, NAMA, TOKOH, TEMPAT, DLL. DAN INI HANYALAH SEBUAH CERITA BIASA DARI SEORANG PENULIS BIASA. TERIMAKASIH BANYAK SUDAH MEMBACA. ⚠️ UNTUK MALING TOLONG JAUH-JAUH *** Start : 01 September 2024 Finish : 28 Januari 2025 Happy Reading!

More details
WpActionLinkContent Guidelines