Mati-matian melupakan cinta pertama. Soyaa justru terseret dalam permainan takdir yang membawanya bertemu kembali dengan mantan kekasih. Pertemuan yang secara perlahan mulai mengusik ketenangan yang selama ini ia pegang. Segala cara Soyaa lakukan agar tidak terhubung dengan pria itu lagi. Tapi tampaknya, sang mantan malah menginginkan hal kebalikannya. Soyaa menegakkan wajahnya. "Kamu sengaja kan mau menjebak aku agar datang ke sini?" Rohalzan terkekeh tepat di telinga Soyaa. "Kenapa kamu sangat percaya diri?" Soyaa mengigit bibir dalamnya. Apakah dia terlalu percaya diri? Rohalzan menaruh dagunya di bahu Soyaa. "Jangan merasa sedih begitu. Saya memang sengaja melakukannya agar bisa berjumpa kamu lagi. Ini semua salahmu yang mengabaikan pesan saya. Tidak tahukah kamu kalau saya ini sangat merindukanmu, hm?" Bisakah Soyaa melarikan diri dari cinta pertamanya? Atau justru dia akan kembali terjebak dengan cinta masa lalu? •••• Noted : Cerita ini berawal dari pemikiran author jadi sangat di perhatikan untuk tidak melakukan plagiat!!!
More details