MARSENI

MARSENI

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 4, 2020
ᴄᴏᴠᴇr done✅ [Follow yok sebelum baca, ada beberapa yang bakal aku private nantinya. Xixixi] Tentang aku dan dia. Dalam menjalani kehidupan, jangan terlalu serius. Santai tapi tetap pada lingkaran aturan. Takdir selalu bersama kita, walaupun itu menyakitkan, tapi kita tidak bisa menentangnya. Ini adalah skenario yang dibuat, untuk dijadikan pelajaran bukan untuk dijadikan penyesalan. Memang hidup selalu ada penyesalan, tapi jangan terpuruk dengan keadaan. [SPOILER] "Gue sadar se! Dia baik se, semuanya dia kasih ke gue! Dia memperlakukan gue istimewa, tapi-- hiks hiks," Nia menangis sesenggukan. "Tapi gue gak tau kalo akhirnya jadi gini, gue nerima dia juga--hiks hiks, juga karna lo. SEMUANYA KARENA LO MARSE!!." Air mata Nia tidak berhenti mengalir. "Sadar!! Dia itu buat lo seolah olah lo itu yang paling istimewa, buat apa?! Buat hati lo bisa luluh!! Terus setelah lo luluh dia bebas nglakuin apa aja!! Termasuk MEMPERMAINKAN LO!!" Marse mendekat ke arah Nia. "Suatu saat lo bakal tau apa yang dilakuin dia. Lo juga butuh liat belakang, jaga diri lo baik baik saat gue gaada nanti." Ujar Marse penuh peringatan Nia diam termenung, pikirannya mulai berputar. Dia tak paham apa maksud semuanya. Tubuhnya mulai tak seimbang, pelupuk mata masih mengeluarkan air mata. Pandangannya mengabur, dia melihat sesuatu. Gelap ˢᵃˡᵃᵐ ʰᵃⁿᵍᵃᵗ
All Rights Reserved
#75
manurios
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Arsyilazka
  • Diary Depresiku (END)
  • Breathe
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • AIRIS
  • Aidan & Nara (END)
  • ALONE

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines