Story cover for SAVAGE  by urnameill_
SAVAGE
  • WpView
    Reads 377
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 377
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 12
Complete, First published Sep 14, 2019
Bagian hatinya yang sebelah mana yang kau yakini sebagai milikmu??






"Kalo lo bosen atau Nemu yang lebih baik dari gue, kasih tau gue ya, jangan ngilang"  -Adiba Putri Anggraini 

"Nggak kebayang aja. Kalo aku harus ngabisin sisa hidup aku sama kamu". -Niko Evano

"Memang bener ya, kata orang, perempuan itu pandai berbohong. Tapi matanya tidak bisa berbohong akan sesuatu". -Aditiya Danendra Putra
All Rights Reserved
Sign up to add SAVAGE to your library and receive updates
or
#602popular
Content Guidelines
You may also like
F A K E ? [End] by zeevadeva__
58 parts Complete
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
You may also like
Slide 1 of 10
Vivi Nireesa 2 (Completed) cover
INI CINTA BUKAN BENCI cover
ALISHA (end) cover
Commissar, I Love You ✔ cover
Because You.. cover
F A K E ? [End] cover
Don't Talk About Money cover
Azkia(SELESAI) cover
Hug me! (my lady) cover
TRANSMIGRASI: Kalpasastra cover

Vivi Nireesa 2 (Completed)

37 parts Complete Mature

ViviNireesa "Akhirnya kita sampai pada destinasi dimana hubungan kita kian renggang. Entah karna komunikasi yang terjalin menjadi jarang atau karna keinginan untuk saling mencintai dari kita semakin berkurang. Apa kamu bosan?" AdityaDinata. "Tak apa jika kamu merasa tidak nyaman di sampingku, bahkan jika pergi bisa membuatmu lebih tenang akan aku ikhlaskan itu. Setidaknya aku sudah melakukan yang terbaik dalam mencintaimu, selebihnya itu urusanmu." ●● 'Apakah wajar?' Dia menyakiti perasaanmu berkali-kali namun kamu masih mengizinkan dia menjaga hatimu? Pertanyaan nya. Kenapa kamu terlalu kejam membiarkan hatimu tersakiti sedangkan kamu bisa membahagiakan hati dengan melepaskannya. ●● WARNING❎❎❎ Mengandung bahasa yang sangat tidak baik. Kalau sekiranya tidak suka, tidak usah di baca. Jangan jadi pembaca ghoib. Vote dan coment oke.