Trapped

Trapped

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 18, 2020
"Dasar, cewek pemalas selalu aja bikin onar! " Bagi Lantanida Hermawan, hidup itu seperti labirin yang mempunyai banyak lorong dan harus di taklukan, juga seperti kumpulan atom Bhor yang harus dipecahkan. Mengubah sifat Aktinida Saputri yang pemalas adalah tantangan buatnya. Jika saja orang asing melihat interaksi keduanya pasti akan beranggapan, pasangan yang serasi. Namun sayang, keduanya tidak lebih dari dua orang asing yang di pertemukan takdir dengan cara tidak sengaja. Sifat Lanta yang selalu penasaran akan hal baru dan Nida yang masa bodoh dengan sekeliling, membuat mereka bagai dua kutub magnet elektron apabila bertemu akan tolak-menolak. Nida membenci Lanta. karena menganggap Lanta terlalu kepo, selalu ikut campur semua urusannya. Walau begitu, takdir selalu mempertemukan mereka dengan berbagai cara. "kalo kamu gak bisa ngubah sifat kamu, jangan harap bisa lepas dari aku! " kata Lanta dengan pandangan menusuk. "Oh ya, Kita lihat! siapa duluan yang akan melepas siapa." Balas Nida tak kalah sengit. Akankah Nida menyerah dari Lanta yang mempunyai sifat kepo maksimal itu, atau Lanta yang lebih memilih mangalah karena tidak tahan dengan sikap masa bodoh Nida. ¦¦ jangan dibuka kalau gak suka ¦¦ It's simple!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEFENDER [End]
  • The Cool & Possesive Kakel
  • Belia & Keandra (END)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • The Story Of Aghea
  • You And Me, Can We? [On Going]
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • AILAH(END)✅
  • BALAS DENDAM! ✔
  • ADIKARA RESANDRA

©2019 Story by Dallas_93 . . . . . MY 1ST TEEN STORY Tak pernah ada kata terucap dari mulut Davian tentang apa yang selalu dilakukannya terhadap Safaa. Gadis cupu dan dicap sebagai nerd di SMA Pelita Bangsa yang selalu menjadi bahan bullyan di sekolahnya. Kalau Safaa dihina, Davian datang menghalau. Kalau Safaa disakiti, Davian datang menolong. Kalau Safaa dipermainkan, Davian datang menghentikan. Bahkan, ketika Safaa dipermalukan, tubuh tegap Davian hadir melindungi Safaa. Banyak hal yang sudah dilakukan Davian untuk Safaa, namun sekalipun tak pernah terucap dari bibir Davian, bahkan hanya untuk sekedar berbasa-basi menyapa Safaa. Di hari-hari biasa, ketika mereka berpapasan, Davian menampilkan sikap seolah ia dan Safaa tidak pernah saling mengenal. Namun, ketika sesuatu terjadi pada Safaa, Davian akan hadir di barisan paling depan untuk menolong Safaa. Banyak hal yang harusnya ditanyakan oleh Safaa, namun hal itu tidak berani Safaa utarakan. Hingga ia, hanya mampu menganggap Davian sebagai pelindung sekaligus pembela dirinya. Namun hatinya, berkata lain. Benarkah hanya itu saja? --- "Aku perlu kejelasan," ucap Safaa sambil menunduk pada Davian yang sedang berdiri di hadapannya. Davian hanya terdiam, sambil menautkan satu alisnya. "Kejelasan?" Safaa mengangguk. "Atas sikap kamu selama ini." Mendengar itu, Davian tersenyum tipis. "Biarkan Tuhan yang memberi kejelasan, tunggu saja ya, paling telat lima tahun lagi kita bertemu di pelaminan," kata Davian santai, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Safaa yang mematung dibuatnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines