Kita Itu Teman

Kita Itu Teman

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2019
"Katanya, tak ada yang namanya persahabatan antar lawan jenis. Itu mustahil. Pasti salah satu dari mereka ada yang memiliki rasa. Hmmm... menurutku tidak juga. Buktinya aku dan adit hingga sekarang masih berteman baik tanpa adanya rasa itu hadir." - Dhya Dhya, gadis periang yang sangat ramah kepada siapa pun. Tanpa memandang suku, agama, apalagi gender! Semuanya masuk ke dalam kategori teman. Eiss... tapi apa bisa dia tidak jatuh cinta kepada salah satu teman lelakinya? Bukankah perempuan itu makhluk yang paling berperasaan di muka bumi ini? Apa Dhya sudah tidak waras? Masa iya ia tidak pernah menyukai teman lelakinya itu. Hmmm... Mari kita buktikan apakah pernyataannya tadi benar-benar serius atau tidak Copyright: Nurul Afifah, september 2019.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friendzone | END |
  • FRIENDzone (Completed)
  • Ar.
  • Back To You
  • "FRIENDZONE"
  • Senja Jingga
  • SENJA (COMPLETED)
  • Dean
  • Fix, You! (completed)
  • Disaster In Feelings

Buat yang baca cerita ini, maaf banget ya! Jadi, urutannya tuh ada yang ke acak gitu. Jadi kalau baca, kalian liat nomor nya. Biar bacanya juga terurut dan ceritanya nyambung. Terimakasih. -------------- "Kenapa lo harus jatuh cinta sama gua!" "Emang kenapa? Apa gua salah jatuh cinta sama sahabat gua sendiri" "Tapi gua hanya anggap lo sahabat! Gak lebih! Gua harap lo hapus semua perasaan lo ke gua!" "Lo pikir hapus perasaan ini gampang? Susah! Karena lo selalu memberikan perhatian lebih ke gua. Gua kira lo juga rasain hal yang gua rasain" "Lo kan tau kalau gua jatuh cinta sama seseorang!" "Tapi gue cinta sama lo!" ----------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines