Gejolak Srikandi

Gejolak Srikandi

  • WpView
    LETTURE 87,892
  • WpVote
    Voti 2,651
  • WpPart
    Parti 15
WpMetadataReadPer adultiCompleta mer, ott 9, 2019
Ini kisah seorang istri yang slalu tertipu akan penghianatan suaminya. Tetapi selalu bertahan karna anak" menjadi alasannya. Kemudian dia mencoba untuk mencari kebahagiannya walaupun itu harus mengorbankan mahligai rumah tangganya. *Larasati* Kali ini aku harus tega, aku harus mampu egois dan harus mampu bangkit. Aku tidak ingin slalu hidup seperti ini. Menjadi istri yang setia... Tetapi selalu di sakiti.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Puing luka
  • I'M BRAVE AND STRONGER THAN YOU
  • Pelakor Itu Adalah Iparku
  • My happiness Parulian's family
  • GENIUS LIAR [SUDAH TERBIT]
  • SURVIVED BECAUSE OF LOVE
  • ATMA: Menuju Sembuh
  • KELAM
  • ZIA AURISTHELA KANENZA
  • Serius, Kita Cuma Temen Kost?

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti