semuabu

semuabu

  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 23, 2019
Hanya sekumpulan kata-kata yang ingin dia sampaikan untuk membuat hatinya dapat runtuh dari kecemasan, dari kegelisahan. Bukan sebuah penyair puisi yang dapat membuat sang pembaca memujanya atau seorang penyair puisi yang dengan indahnya ia sajikan lewat karyanya yang bisa orang lain sebut sebagai sebuah karya sastra. Ketakutan orang lain tau perasaan dan kecemasannya, ketakutan orang lain membicarakannya, ia seorang yang tak percaya diri, yang ingin semua orang tau mengenai kecemasan, ketakutannya dan mungkin kegembiraannya. Hanya itu yang dia inginkan dan ia ingin melatih dirinya untuk percaya diri dengan apa yang dia buat saat ini, dan membuat orang lain dapat menikmati beberapa kata-kata yang tak seindah puisi sang penyair yang lalu.
All Rights Reserved
#60
abu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Menebus Mimpi
  • Merangkai Kata
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • You're Here, But Not For Me
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines