Cinta Memang Lucu

Cinta Memang Lucu

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Sep 20, 2019
WpInfo
NON-FICTION
Tagscerpen
Aku diajak teman satu kos-an-ku keluar cari makan. Biasa anak kos. Seringnya memang makan di luar. Makan di luar di sini bukan berarti makan di luar ruangan. Tapi makan makanan yang bukan hasil masakannya sendiri atau sering disebut jajan. "Indomaret samping Taman Kuliner aja, ya, Ann," pintanya Aku bingung. Dia pengin makan nasi, tapi ngajaknya ke Indomaret? "Sambil duduk." Lanjutnya "Kamu pengin makan Kispray atau nasi sebenarnya? kenapa jadi ke Indomaret?" tanyaku bingung. "Nggak jadi. Beli martabak aja. Depan Indomaret ada yang jual martabak. Aku ngiler. Ayo!" Semangat kali sepertinya temanku itu. Tak lama kemudian aku mengangguk dan bergegas ke sana. .Ke tempat yang dia minta. Indomaret. Ia duduk termenung di depan Indomaret. Tepatnya di kursi teras Indomaret yang memang sudah disediakan di sana. Sepertinya memang baru saja dipakai nongkrong seseorang sebelum kami. Di meja, masih ada bungkus rokok LA Ice dan botol bekas minuman Kopiko 78C Coffelate. Melihatnya melamun, aku beranjak masuk ke dalam Indomaret. Membeli es krim Wall's cup kecil rasa coklat kesukaannya. Selesai transaksi, aku keluar dan langsung menyodorkan 1 es krim Wall's cup di depan wajahnya. Ia kaget. Pandangan matanya berubah. Tertuju pada es krim. Lalu menatapku. Tersenyum, dan meraih es krim itu dari tanganku. Aku pun duduk di kursi sebelahnya setelah itu.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • love you, love him more
  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • Color Brush | Heesun / Heenoo [END]
  • Date | Heehoon
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Ice Cream For Love || VKook [EDITED]
  • KOS UJUNG GANG

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman