The Promise of Life

The Promise of Life

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 15, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Pernahkah kalian bingung memilih tujuan hidup? Pernahkah kalian takut menghadapi hari hari? Apakah semua itu mudah? Pertanyaan demi pertanyaan selalu datang setiap kali pagi hari datang. Hingga.... hari itu tiba, goresan masa lalu bagai perisai yang menggores ulu hati El, Ia tau hari ini pasti datang. Baik, inilah kisah Edelwies Putri Dewata
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terlanjur Mencintai || SUDAH TAMAT
  • Love Struggle
  • Prenuptial Agreement
  • BE WITH YOU (END)✔
  • Senja Dipenghujung Desember
  • Expression [Completed]
  • The Fault
  • A New Beginning
  • Karma Rasa Cinta
  • It's Called Ethereal [Revisi]

Lila pikir dia akan bahagia bersama Dewa, pria yang telah di utuskan sang Ayah menjadi suaminya sebelum sang Ayah meninggal dunia. Lila masih mengingat kata kata sang Ayah bahwa Dewa lah yang akan menjaganya, yang akan selalu ada untuk Lila kapan pun itu. Namun, semuanya tidak seperti yang Ayahnya katakan. Dewa adalah pria yang tidak pernah peduli dengannya. Dewa yang selalu tak menganggap dirinya seorang istri. Seandainya Dewa mengerti dengan posisi Lila, seorang gadis yang begitu penurut namun rapuh. Seolah tak ada tujuan hidup hanya karena dirinya begitu hampa. Lila pikir Dewa yang akan menjadi tujuan hidupnya. Seseorang yang mampu membuatnya tetap semangat menjalani kenyataan. Namun, semuanya hanya semu. Lila yang merasa di sia siakan berhenti untuk berharap kepada Dewa , berhenti untuk menangisi Dewa dan menyerah untuk kisah selanjutnya. ..................... " Rasa sakit ini tak akan pernah terobati. Tetapi, walaupun kamu melukai ku hingga aku lelah. Aku tidak pernah menyesal telah mencintai mu. Aku tidak pernah menyesal mengenal mu. Aku tidak menyesal karena telah kamu sakiti. Aku telah jatuh cinta, sampai kapan pun begitu. Hingga akhir sisa nafasku, aku akan selalu mencintaimu, Mas Dewa "

More details
WpActionLinkContent Guidelines