Ketika Hati Merindu

Ketika Hati Merindu

  • WpView
    Leituras 3
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, set 15, 2019
Kau yang bermanik purnama Indah nian pancaranmu pada semesta jiwaku Memantul dari binarmu. Aku cinta lembut berkasih dirimu, aku cinta. Purnama itu bak dilindung kaca permata Berihias indah ketika dalam asmara Berhias airmataku ketika dalam luka Dan bak daun yg gugur ketika amarah
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • FAR (Saat Kau meninggalkanku)
  • Arkanza
  • Senja Di Pesantren
  • JUst foR YoU ❤️
  • Bayang
  • Dia Semesta
  • Cahaya Semu
  • 𝐄𝐥𝐞𝐠𝐢 [𝐝𝐮𝐤𝐚] 𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚
  • Kembalikanlah Dia (END)

Sehelai daun jatuh terkulai Meninggalkan pohon penopangnya Menyendirikan buah temannya Juga menjauhkan hatinya Tanah yang kini pijakannya hanya diam Seolah menunggu Tuhan memerintahnya Merbiarkan sanga daun sendirian Tanpa belas kasihan Pohon yang ditinggalkan tetap bertahan Meski bagian dari dirinya telah hilang Namun ia tetap menjalani hidup Dengan hati bimbang Jiwa yang selalu merindukan Daun kecil yang jatuh dari dekapan Sungguh malang nasib mereka 2 makhluk yang dipisahkan Namun tetap hidup Meski belenggu siksa menimbun tawa Inilah cerita tentang daun yang berjuang hidup Diatas tanah yang terus diam Dan pohon yang tetap berkembang Tanpa sehelai daun kecil yang menemani Bagaimana mereka bisa menjalani hidup? Bagaimana mereka bisa tetap bernafas? Disaat mereka tak mampu meraih tangan satu sama lain? Disaat mereka tak mampu melihat senyum satu sama lain? Entahlah, Namun percayalah, ketika perpisahan menerjang mereka Dan Tuhan menurunkan cinta, Tidak ada yang tidak mungkin terjadi Dalam dua hati yang saling mencintai

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo