We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Classmate

Classmate

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 17, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Didalam hidup mu mungkin aku hanya kau jadikan tempat pelarian saja. Ya aku tau itu,dan aku pun tau bahwa tak sepenuh nya dihati mu hanya terisi oleh ku, tapi juga terisi oleh orang lain. Sering kau genggam tangan ini seakan kau takut untuk kehilangan ku, tapi apakah kau tau bahwa genggaman tangan mu tak sepenuh nya milik ku. Dan aku sadar bahwa dekapan dan genggaman hangat ini telah dimiliki oleh wanita lain sebelum aku. Lalu apakah aku salah karna telah begitu besar mencintai mu? mencintai seseorang dimana orang itu juga mencintai wanita lain dari masa lalu nya. ******************//******************** "Jujur aku masih mencintai mu sampai saat ini, bahkan mungkin seterus nya " Ucap seorang cowok dengan tatapan memelas. "Lalu untuk apa kau mengungkapkan semua ini disaat semua nya telah berakhir?" Tanya Caca dengan air mata yang terus mengalir dari tadi. "Untuk apa kata itu kau tujukan pada ku lagi setelah dulu kau pergi tinggalkan ku dan lebih memilih wanita yang pernah mencampakkan mu?apa segitu murahan nya aku?Jawab Ngga!! " sambung Caca lagi. "Ak-aku tidak tau kenapa Ca, tapi jujur aku masih mencintai mu, masih menyayangi mu. Caa.. " jelas cowok itu dengan tangan menggenggam tangan Caca. "Aku butuh waktu Ngga " jawab Caca setelah terjadi keheningan. _________________________________________________
All Rights Reserved
#148
mengikhlaskan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA FLORA
  • Soal Rasa
  • syanin
  • " To Love ,To Lose "
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • False Hopes
  • Because ILY [Completed]
  • MY LOVE STORY
  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines