Story cover for Sexy Café by sugarstep
Sexy Café
  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Sep 15, 2019
Matsumoto Jun berniat membuka sebuah cafe shop di salah satu distrik yang ada di Tokyo. Ia pun merekrut lima orang pegawai untuk menjalankan bisnis barunya. Fuma sebagai barista, Kento sebagai chef, Shori sebagai penjaga kasir, sou sebagai pelayan dan Marius bagian bersih bersih.
Bisnis kafe itu gak berjalan mulus, kendala kendala baru terus menghampiri mereka, dengan segala kekocakan yang terjadi bisa gak yah mereka melewatinya?

Ini adalah Funfic yang ku buat untuk ngisi waktu di kala gabut 😂. Maaf banget kalo aku sangat slow update ya :"

Thank You So Much yang udah mampir :)
All Rights Reserved
Sign up to add Sexy Café to your library and receive updates
or
#18comedydrama
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Kopi & Deadline (On Going) cover
Liberosis ⎾Haikyuu!! Fanfiction⏌ cover
Sweet Serendipiity (The End) cover
My Lovely Maid cover
A Cup of Feelings cover
Level Up • NoHyuck • cover
How To Fall in Love - NoHyuck - cover
[END] COFFEE SHOP & The Story Inside - Season 1 cover
Corner  cover

Kopi & Deadline (On Going)

6 parts Ongoing

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️