We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
NATHIA

NATHIA

  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Benci tumbuh menjadi cinta? Sebenci itu Thia pada Nathan, dan pada akhirnya perkataan temannya pun benar "nanti kalo lu benci nanti jadi sukaaa lohhh" Dengan kebencian nya itu, entah apa rencana Tuhan hingga takdir berkata wali kelas menempatkan mereka berdua duduk berdua. Mereka jadi cukup dekat, dan Thia mulai merasa aneh. Tapi kedekatan mereka ga bertahan lama. Nathan harus pergi dan akhirnya Thia hanya bisa memedam rasa yang dia tahan. Bagaimana kelanjutan cerita Thia dengan rasa selama ini kepada Nathan? Seperti cerita anak SMA pada umumnya ;)
All Rights Reserved
#179
ips
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IGNITES (END)
  • Just Friend
  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • Me Vs Adik Kelas
  • 4A
  • Let Me Love You [completed]
  • Tanpa Kepastian
  • Na!

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

More details
WpActionLinkContent Guidelines