We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ustadz, aku mencintaimu

Ustadz, aku mencintaimu

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 17, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Jika mereka menganggap gue berubah hanya untuk sebuah pencitraan dan menarik orang orang untuk menyukai gue,bagi gua gak masalah karena mereka tidak tau apa dan siapa yang ada di hati gue. Dan hidup bukan untuk memikirkan komentar orang lain yang tidak penting. -Arsya Belinda Khanza Jika Allah SWT menakdirkan seseorang yang berniat berubah menjadi lebih baik, insyaallah mereka akan di pertemukan dengan orang-orang yang baik berdoalah jika emang baik untukmu Allah SWT akan menggerakkan hatinya untuk bersamamu. -El Rasyid Aldebaran
All Rights Reserved
#87
ustadz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Cintaku Serumit Itu
  • TEMAN
  • Antara Berjuang & Menyerah [SUDAH TERBIT] (REPOST)
  • Ustadzku cinta pertama ku (Revisi)
  • Gus Arsya
  • Mendadak Khitbah
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Berjodoh Dengan Ustadz Tampan

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines