Merapal Jarak

Merapal Jarak

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 16, 2019
"Mungkin memang benar, aku dan kamu adalah dua manusia asing yang dipersatukan semesta melalui kekuatan doa" -Alinea Shaffa- Semesta kali ini benar-benar mengendalikanku, termasuk memasukkan dia menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupku. Memikirkannya, adalah ketidakharusan yang selalu aku kerjakan di setiap harinya. Dan anehnya, aku selalu suka meski duka kerap datang menyapa. Perasaan yang semula biasa menjelma menjadi khawatir dan ketakutan yang tak terkira. Ketakutan yang membuatku pandai merayu Tuhan di sepertiga malam-Nya. Akankah doaku akan menjadi kenyataan? Apakah dengan berjarak justru akan melemahkan, dan mengubah suatu kemungkinan menjadi ketidakmungkinan? Atau mungkinkah ini merupakan kejutan dari semesta untuk menunjukkan kehebatannya kepadaku?
All Rights Reserved
#666
jarak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Sepertiga Malamku
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Mecca's Embrace
  • Triangle 2
  • Doa yang Tak Sama
  • Tertulis Dalam Doa
  • Silent Scars | Orine
  • Jarak Dan Waktu (TERBIT)

UTAMAKAN VOTE!! baca dari prolog, jangan di skip yaa!! Di saat dunia terlelap, ada hati yang tetap terjaga. Bukan karena insomnia, tapi karena rindu yang hanya bisa disampaikan lewat doa. "Di Sepertiga Malamku" mengisahkan tentang Adiva, seorang santri perempuan yang menyimpan rasa cinta dalam diam. Cintanya bukan cinta biasa ia tak pernah berani menyentuh, hanya menitipkan lewat sujud dan air mata. Rayyan, lelaki yang menjadi arah rindunya, hadir seperti mimpi yang terlalu indah untuk nyata. Dalam hening malam, dalam setiap istikharah dan sujud panjang, Adiva belajar bahwa mencintai bukan soal memiliki tapi soal merelakan, dan percaya pada takdir nya. "Aku akan selalu menyebut namamu di dalam doaku dan di waktu sepertiga malamku." ~ Adiva Nazia "Ya Allah, jika dia memang takdirku, dekatkanlah hatinya kepadaku dengan cara mu yang paling indah." ~ Muhammad Rayyan Al Izyan Apakah doa yang dipanjatkan dalam diam bisa mengetuk takdir yang telah digariskan? Atau mereka hanya ditakdirkan untuk saling mendoakan, bukan untuk saling memiliki?

More details
WpActionLinkContent Guidelines