LAW TISMA'IY

LAW TISMA'IY

  • WpView
    Reads 884
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2019
Aku pikir memaafkan mu sama seperti menyakiti diri sendiri,ternyata itu adalah obatnya. Bayang-bayang wajah yang tersakiti membuat tidur asokka tak pernah nyenyak. Bumi yang ia pijak masih merekam betapa kejamnya kegelapan yang membuat Asokka beralasan. Hidup Asokka tidaklah biasa. Terhimpit kelam yang menakutkan dan suara tangis pilu yang membawanya pada kesendirian saat ini . Hidupnya tak dapat menghadirkan seorang wanita,walaupun para wanita nyaris mencelakai dirinya karena bersikeras berebut pesonanya. Kegelapan tak dapat mengelak ketika rembulan itu datang melenyapkan kelam. Asokka terpaksa terbawa alur seorang wanita untuk membuatnya tahu bahwa suaminya telah tiada, menjadi lika-liku baru bagi Asokka. "Dan seseorang yang disebut ayah,telah menyiksa dirinya dengan mencintaiku," Plagiat! Minggir.......
All Rights Reserved
#47
kesepian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Bayang Asa
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • TWIN FLAME { ON Going! }
  • Aku Yang Tak Dianggap
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Rindu
  • Raina Maramitha
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family

Di balik senyumnya, ada luka yang tak terlihat. Di balik tatapan kosongnya, ada cerita yang tak pernah ia bagikan. 𝗔𝘀𝗮𝗹𝘂𝗻𝗵𝗮𝗿𝗮 𝗔𝘁𝗵𝗲𝗮 𝗗𝗲𝘃𝗮𝗿𝗮-gadis yang terbiasa hidup dalam bayang-bayang, menciptakan dinding tinggi agar dunia tak menyentuhnya terlalu dalam. Baginya, hidup bukan tentang bahagia. Hidup adalah tentang bertahan, menelan pilu yang terus menggerogoti, dan tetap berdiri meski hatinya hancur berkali-kali. Ia lelah, tapi tak ada tempat untuk menyerah. Sampai seseorang datang, menawarkan sesuatu yang tak pernah ia percaya-kehangatan. Namun, apakah hangat itu nyata? Ataukah hanya ilusi yang akan menghilang begitu saja, seperti embun di pagi hari? Ketika masa lalu kembali mengetuk, ketika luka lama kembali terbuka, dan ketika rahasia mulai terkuak-Asa harus memilih. Bertahan dalam gelap yang telah lama menjadi rumahnya, atau mengambil risiko untuk mencari cahaya. °•°•°•°•° Tapi... bagaimana jika cahaya itu juga menyakitkan? Dalam mimpinya, suara itu datang. "Kenapa kamu nangis?" tanya pemuda itu. "Semua orang sama saja. Mereka tidak peduli," jawabnya dengan air mata mengalir. "Coba ceritakan. Mungkin aku bisa membantu," ajaknya. "Gak ada yang bisa membantu. Hidup ini penuh luka," keluhnya. "Luka itu ada, tapi kamu tak sendiri. Kamu punya kekuatan lebih dari yang kamu sadari." Terdiam "Kekuatan untuk apa? Untuk merasakan sakit lebih dalam?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines