LAW TISMA'IY

LAW TISMA'IY

  • WpView
    Membaca 883
  • WpVote
    Vote 57
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Nov 16, 2019
Aku pikir memaafkan mu sama seperti menyakiti diri sendiri,ternyata itu adalah obatnya. Bayang-bayang wajah yang tersakiti membuat tidur asokka tak pernah nyenyak. Bumi yang ia pijak masih merekam betapa kejamnya kegelapan yang membuat Asokka beralasan. Hidup Asokka tidaklah biasa. Terhimpit kelam yang menakutkan dan suara tangis pilu yang membawanya pada kesendirian saat ini . Hidupnya tak dapat menghadirkan seorang wanita,walaupun para wanita nyaris mencelakai dirinya karena bersikeras berebut pesonanya. Kegelapan tak dapat mengelak ketika rembulan itu datang melenyapkan kelam. Asokka terpaksa terbawa alur seorang wanita untuk membuatnya tahu bahwa suaminya telah tiada, menjadi lika-liku baru bagi Asokka. "Dan seseorang yang disebut ayah,telah menyiksa dirinya dengan mencintaiku," Plagiat! Minggir.......
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#283
religi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Raina Maramitha
  • THE UNYIELDING  [END]
  • BLUE HOUR (Rona Senja di Langit Biru)
  • Rindu
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Di Balik Bayang Asa
  • She(r)
  • Bunuh Saja Aku Tuhan

~Raina Maramitha~ Baginya hidup ini benar-benar rumit, perihal perasaan yang membelenggu membuatnya seolah berada pada kepalsuan hidup. Ia tertawa, tapi tak pernah benar-benar bahagia. Ia tersenyum, tapi tak pernah benar-benar merasa baik-baik saja. "Seperti apa sebenarnya definisi kebahagiaan itu?" Ada ruang dihatinya yang terasa hampa. Ada ruang dihatinya yang terasa perih, Ada kenyataan hidup yang tak bisa diterima olehnya. Ia hanya ingin benar-benar merasa bahagia. Tidak ada rasa sakit, ketika menerima kenyataan hidup. Tidak ada rasa hampa ketika tertawa, Tidak ada rasa perih ketika tersenyum. Ia menginginkan kedamaian hati itu. Kedamaian yang membawanya pada kebahagiaan sejati. Akankah dirinya dapat merasakannya? Akankah dirinya bisa berdamai dengan keadaan? Akankah dirinya dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati? ** [Blurb] "Lo tahu, Lo orang paling jahat yang pernah gue temui," sarkas seorang pria berhoodie hitam. Raina terdiam air matanya mengalir deras di pipinya. "Demi kebahagiaan Lo sendiri, Lo tega hancurin kebahagiaan keluarga lain, hah?" sinis pria tersebut. Risa menggeleng dengan air mata yng terus mengalir. "LO MUNAFIK RAINA!" Raina jatuh tersungkur. Badannya meluruh. Hatinya terasa remuk. Semua terasa berhenti baginya. Tubuhnya melemas. Ucapan pria tersebut seolah membuat Raina hilang dari dunia ini. #Catatan: Hanya fiksi belaka #cover by Lela ig : lelasyn_

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan