S'afa Story✔

S'afa Story✔

  • WpView
    Reads 2,695
  • WpVote
    Votes 196
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 29, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Safa tidak mau, kenapa enggak bang reza aja sih pap"-kesel safa "Enak aja lu de, orang lagian papap bilang lu kok iri lu"- ejek reza "Kau harus mau safa, karna itu surat wasiat dari alm.kakekmu !"- perintah tegas Grandma seketika semuanya bungkam. "Ysudah Safa pikir pikir dulu"-jawab safa lalu berdiri dan pergi ke atas "lu juga reza , Lu bakal gua jodohin juga liat aja"- dumel mama nya yang begitu gaol. "Ihhhhh mama jahad bat sama babang"- rengek reza " lebai lu Anyi____"- Seketika Ucapan Mama nya Di potong oleh papap nya. "Ma sopan sikit sama anak nya di sini juga ada grandma lho "- tegur papap " heheh ya maap pap orang anak nya nyebelin bat sih " - Ngeles mamanya "Ngeles aja mama hhahaha"- teriak reza yang langsung berlari ke atas takut mendapatkan bogemen hangat dari sang mama nya. Yaa, segitu lah cuplikan cerita promise of love . seorang gadis dewasa dari keluarga alfaro pratama keluarga yang begitu konglomerat. Yang pada usia 18 tahun akan di jodohkan . because wasiat dari alm.kakaknya itu Tapi jangan lupa follow akun aku yaa.... Dan jangan lupa mampir ke lapak aku di jamin baper sih .tapi maap kalo masih aburadul . Okee Slmt menikmati :)
All Rights Reserved
#248
php
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Albel
  • Viona Allexa Miller
  • May am I ???
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • 27 FEBRUARI
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines