Zaitun
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 16, 2019
Aku mencintaimu, juga mencintai adat tradisi yang mengikatmu. Entah, sejak kapan cinta benar hadir pada seorang cowok gelap dalam bertingkah. Hanya terpikirkan adalah menyakiti dan melampiaskan hasrat pada gadis manapun. Namun, hidayah turun seketika, saat Tuhan mempertemukan dua insan saling mencintai dengan tulus hati. Ada Magnet cinta yang belum tersentuh dalam dirinya. Tapi, akhirnya ia sadar bahwa wanita itu terikat adat dan istiadat di desanya. Mampukah ia melawan adat tersebut atau melupakan wanita yang dicintai yang berefek pada kehancuran masa kelam akan kembali?
All Rights Reserved
#8
penerbitindie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Ikhlas
  • Takdirku ✓
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • Kembali Jatuh Cinta
  • Kita yang BERBEDA (KTH) END
  • OPACRAPHILE [End]
  • A B I A N : Insaf Boy  [END]
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • 𝐋𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐀 𝐇𝐈𝐉𝐑𝐀𝐇 (REVISI)
  • 𝐙𝐈𝐍𝐍𝐈𝐀

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines