We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Jeli: Kisah Manusia

Jeli: Kisah Manusia

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 20, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Pengalaman Ardian ketika menjalani kegiatan bakti sosial di Sumedang menjadi awal munculnya sebab kisah manusia ini dimulai. Ardian benar-benar menguak keberadaan manusia yang beragam. Sekumpulan manusia yang pada hakikatnya berasal dari kehidupan Ardian sendiri. Manusia yang memiliki watak jenaka atas ketidakwarasan rasa dan logika, ironi yang patut ditertawakan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Air Mata Elara
  • 𝙾𝚞𝚛 𝚂𝚝𝚘𝚛𝚢
  • Dear My Friends
  • Hope
  • AKARA (Ending)
  • Malaikat Cintaku
  • Become a Foreign 'Actist'

[Belum direvisi, EYD berantakan] Pernahkah kalian mendengar kalimat ini, "Setiap kebahagiaan yang kamu berikan kepada orang lain, akan kembali kepadamu bahkan lebih indah" Arka, seorang bocah yang belum genap berusia 15 tahun termenung mendengar kalimat itu diucapkan untuknya. Yahh.. Arka cukup memepercayainya. Tak ada manusia yang hidup tanpa sebuah cobaan, baik si kaya maupun si miskin memiliki cerita, luka dan tawanya masing masing. Tentu saja tak jarang, manusia diturunkan oleh semesta sebagai perantara penguji untuk sesama manusia lainnya. Karena itu, Terkadang rasa sakit yang paling nyata berasal dari orang terdekat, maka level tertinggi dari emasnya hati seseorang adalah memaafkan dan mengikhlaskan. Bagai berada didalam Andala, rasanya sungguh menyesakkan. Akan sangat sulit berdamai, namun Arka akan selalu mencoba memaafkan. Bukankah dunia hanya bersifat fana? Tentu saja, kalimat diatas bukan lah kata kataku. Kutipan itu berasal dari sebuah novel yang Arka baca, dan dari sana lah Arka mendapatkan kekuatan. Membuat orang lain terus merasa bahagia, tentu saja hal itu diluar kemampuannya. Tapi sungguh ketika orang lain tersenyum karena dirinya, adalah sesuatu yang berharga. Karena itu Arka sangat gemar menularkan tawanya untuk semesta, namun ia justru sering kali lupa bagaimana cara tersenyum ketika sendirian. Maka berterima kasihlah ia kepada setiap novel yang dibacanya, buku buku yang penuh rangkai kata indah itu selalu berhasil membawanya kekehidupan penuh warna. Karakter fiksi yang tercipta dari rasa sakit ataupun keinginan terpendam para penulis itu mampu menariknya dari kegelapan. Jadi jika kalian memutuskan untuk mengikuti keteguhan hati seorang bocah kecil kesayangan kedua abangnya ini, Maka ku ucapkan selamat datang pada kehidupan bahagia Arka Arelio! -Y21 September 2022 (Selesai dipublish pada : Minggu, 9 April 2023 Pukul 16.24 wib)

More details
WpActionLinkContent Guidelines