laa budda
  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2020
Kita tidak akan pernah tau seperti apa ahir perjalanan hidup ini. Namun aku tau siapa aktor pemeran dalam sebuah layar kehidupan. Kita semua juga tau siap sutradara dibalik ini semua. Bersyukur dan terus berusahallah, lahkukanlah kebaikan setiap peranmu. Ia mampu memecatmu kapan saja. Menjadikanmu seperti lumpur yang hina. Buat ia tersenyum dan meridhai setiap gerak tingkahmu pada shorot kameranya. Seperti kata dia: Tidak ada waktu dan tempat untuk kebaikan. Lahkukanlah dimanapun, dan kapanpun. Karna aku tak pernah tau seberapa kekuatan batrai yang meghidupkan matahari.
All Rights Reserved
#40
fiksiislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Golden Age
  • happy ending  Versi Ku Kapan?
  • Kisah Akala
  • Bulan Dan Bintang
  • Geigi
  • Diam 1000 kata
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • My Soulmate Is My IDOL
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"

[Science-Historical fiction] [Sedang dalam tahap revisi besar-besaran] Semua masa di bumi memiliki masalahnya masing-masing. Dan manusia-manusia yang hidup pada masanya, memang ditakdirkan untuk mampu bertahan di masa tersebut. Pallavi baru saja meninggalkan kampung halamannya di Indonesia dan pindah ke negara ini bersama kedua orang tuanya. Ia tinggal di tempat yang baru, belajar di sekolah baru, dengan lingkungan baru, serta mendapatkan teman-teman baru. Anak perempuan usia dua belas tahun, jujur saja, hal menarik apa yang bisa kita harapkan dari kisahnya? Bertemu dengan peri? Mendapat kekuatan ajaib? Berbicara dengan orang yang dipercaya sudah mati? Oh, jangan begitu jauh, ini bukan fantasi. Berbagai masalah yang muncul dalam kehidupannya, merupakan estetika unik tersendiri yang patut disyukuri dan diambil pelajarannya. Mungkin, belahan bumi bagian barat dengan para muslim masih tidak dapat disatukan dengan begitu baik, namun, di lingkungan yang baru ini, Pallavi belajar bagaimana caranya mempertahankan keimanannya sebagai seorang muslim. Berada di masa-masa yang sulit, membuat siapapun akan memimpikan masa-masa kejayaan. Namun jika masa kejayaan Islam di abad pertengahan juga menghadapi kehancurannya, akankah dirinya merasakan masa kejayaan yang serupa? Pallavi dan teman-temannya terlahir dan bermimpi sebagai cendekiawan. Tetapi jika apa yang dibutuhkan mereka untuk menghadapi masalah antara hidup dan mati adalah dengan menjadi seorang petarung, apakah mereka masih dapat mewujudkan mimpi mereka? Berbagai kejadian yang menyenangkan tetap ada, walaupun yang pahit turut ikut serta. Dan ternyata, siapapun dapat menyelesaikan masalah dengan peran mereka sendiri. Jadi, apakah dengan masalah kali ini, para sejarawan mau mencatat nama-nama mereka sebagai orang-orang baik? Oh, ada sebuah petunjuk! Yaitu: ketika sekelompok semut kehilangan pemimpinnya, mereka hanya akan berjalan berputar-putar sampai mereka mati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines