We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KUAT DEMI MALAIKAT KECIL

KUAT DEMI MALAIKAT KECIL

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 17, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Hai... Gimana kabarnya hari ini sobat,, kali ini aku mau coba membuat cerita, semoga berkenan di hati sahabat sekalian,perkenalkan nama aku azzahra dari jawa Barat, ini adalah sebagian kutipan dari perjalanan hidup ku sendiri. Di sini aku mau menceritakan sebuah kluarga yang tidak harmonis, seorang istri yang di tinggal suami demi wanita lain, dan meninggalkan satu anak perempuan yang sedang sakit parah. Yuk kita simak sobat,,, silakan coret-coret di kolom komentar nya yah,,, Terkadang, aku juga ingin seperti mereka, memiliki keluarga yang utuh, memiliki pasangan yang dapat menjadi sandaran dikala aku mulai lelah, disaat aku berada di titik jenuh menyerah di suatu keadaan tertentu. Di suatu hari, terasa waktu ini berhenti berputar sejenak, saat terdengar suara lirih menyapa,menghentikan langkah kaki ini. Tetangga :"dedek ara, ayah mana? .. Kok bibi tidak pernah melihat ayah belakangan ini." Seketika, tertunduklah kepala dan tanpa disadari terjatuh lah air mata ini , namun semua itu terpecah, saat Malaikat kecil menatap wajah Ku dan menggenggam tangan ini lalu Dia tersenyum kepadaku. Malaikat kecil ku :" ayah sedang sibuk bekerja , belum sempat pulang bibi. kata bunda, lebaran nanti ayah pasti pulang, benarkan Bunda?? ."(sambil menatap ku dengan tatapan yang polos) Aku:"iya, benar sayang.. Lebaran Nanti Ayah pulang" (ujar ku, meyakinkan malaikat kecil, agar tetap Tersenyum). Aku tahu Cepat atau lambat dia pun Akan Tahu dengan sendirinya Seiring berjalannya waktu, namun butuh waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya. Tetangga :"bibi senang Mendengarnya" (sambil berlalu meninggalkan kami). Hari Demi hari yang kami lalui bersama, begitu Banyak gunjingan dan Kata-kata yang tak pantas Terlontar Dari orang-orang sekitar, mungkin banyak pertanyaan dalam benak malaikat kecil ku tentang keberadaan ayah nya hingga sampai saat ini. *BERSAMBUNG *....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • [1] Dhiafakhri&Dzirafakhri [COMPLETED]
  • 360 and Still Me
  • Angel To Raya (END)
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Narasi patah hati
  •  Bayang Senja [End]
  • Mahligai Sunyi
  • DANADYAKSA

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines