because there's

because there's

  • WpView
    Leituras 18
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, set 18, 2019
Tak ada yang tahu dia siapa setelahnya, dia hanya menghabiskan waktu untuk pergi mengabaikan hal yang terjadi di masalalu, di bantu satu-satunya sahabat yang di anggap kakak lelaki untuknya, dia adalah Night fox. "T-tolong lepaskan aku !! a-aku tak punya masalah denganmu !!!" Permohonan yang hampir selalu dikatakan oleh setiap orang yang bertemu dengannya. Seolah dia yang bisa menjadi pemegang kunci penyelesaian dari segala pemegang. "Ah...maafkan aku, aku terlalu menyukai ekspresi yang kau buat saat ini, jadi aku tidak tahan untuk melepaskanmu" Nada itu terdengar menyesal tetapi senyum tak pernah hilang dari wajah cantik itu, dia mengangkat tangannya untuk menyelesaikan yang selanjutnya. "Adik, kenapa kau selalu suka bermain ?" Tanya seorang pemuda yang muncul di sudut gang, wajahnya tak terlihat karena tertutup kegelapan malam, yang memang saat ini sedang mendung. "Kakak, aku hanya suka melihat wajah mereka saat mereka memohon" Diiringi dengan senyum lembut nan indah seperti bunga di musim semi yang baru datang.
Todos os Direitos Reservados
#584
psikopat
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ketika Waktu Bersamamu
  • Legatha [END]
  • KEPERGIAN SENJA
  • The Dark Side(END)
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • NERD [END ✔️]
  • Abu Abu [ completed ]
  • Become a Parent's [END]
  • BETWEEN US, SILENCE [END]

"Aku paham. Namun, kamu butuh pelukan itu. Kenapa menghidariku setelah pulang dari luar kota sampai sekarang, Ngel?" tanya Brama. Deg! Mendengar pertanyaan Brama, Angel memejamkan mata dia merasakan guyuran hujan yang semakin deras jatuh ke kepala dan wajahnya. Jujur, dari hati yang paling dalam, dia menjauhi Brama karena Angel tak ingin kehilangan seperti yang terjadi pada Fahmi, walau pun dia tidak akan membandingkan keduanya. Angel hanya tidak mau hal itu terulang lagi. Setelah membuka mata, menghela napas dan menyisirkan rambutnya yang basah itu ke belakang dengan tangan kanan, Angel memandang depan. "Tak apa, Bram. Kamu nggak perlu tahu," jawab Angel. Jawaban itu membuat Brama kembali menghampiri Angel dan dia berdiri di hadapan Angel dengan posisi menyamping, sedangkan Angel dia menoleh kepada Brama. Namun, matanya memandang ke arah lain. Brama pun mengangkat dagu Angel dengan jari telunjuknya agar dia dapat memandang wajahnya. "Kalau kamu nggak mau mejawab atas pertanyaanku, biar aku cari tahu sendiri, Ngel," kata Brama masih dengan posisi yang sama. 🌼🌼 Kisah ini berlanjut, Brama dan Angel semakin dalam untuk mencari jawaban tersebut. Apakah jawaban itu?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo