ELINA
  • WpView
    Reads 373
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 6, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Hembusan angin sore mengingatkan ku lagi dengan segala kenangan yang tak mungkin akan terulang lagi. Dua tahun bangkit dari keterpurukan dan kesengsaraan bukanlah hal yang mudah, tapi dengan tekad yang kuat,aku bisa keluar dari keterpurukan itu. Walaupun aku sudah bangkit dari keterpurukan itu, kenangan yang membuat hati ku hancur bagaikan debu di tiup angin, tak akan pernah membuatku lupa akan tragedi itu. Tuhan apakah aku bisa tersenyum lagi? Bisakah aku bahagia lagi? Tapi aku yakin do'a ku saat ini akan terwujud dikemudian hari, aku yakin itu!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Coffee Of My Life
  • always-khb
  • IF YOU [Cho Kyuhyun]✔️

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines