Prosaic

Prosaic

  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mereka kira satu hal yang mereka perbuat tidak memberikan dampak sedemikian rupa. Kesalahan fatalnya membuat pribadi itu berubah seratus delapan puluh derajat. Melakukan apa yang sebenarnya yang mereka inginkan dari pribadi itu. ¤ Peter kira kesalahannya waktu itu tidak akan merubah temannya. Sisi gelap Peter waktu itu keluar, cercaan yang sebenarnya itu terungkap serta keinginannya itu dilampiaskan kepada seseorang yang tidak tahu apa-apa. ¤ Seakan tersadar akan suatu hal, Frasya mengubahnya tanpa cela. Memberikan yang mereka inginkan yang sebenarnya. Yang ada di dekatnya rupanya hanya sebuah kepalsuan. Tidak ada yang sejati seperti yang mereka katakan berulang kali. ¤ Hari dimana menjemukan itu berakhir saat kehadiran semuanya tiba-tiba menyentak serta memberikan efek kejutan. Tapi menurut pribadi itu, semuanya sudah terlambat. Kebekuan itu tidak bisa mencair dengan kehangatan yang dulu kembali. Serta kecacatan yang mereka semua beri tidak akan sembuh. Semuanya sudah dimaafkan, dan pribadi itu sudah mati rasa akan kehendak semesta yang memainkannya. Sungguh ia sangat lelah. Hari dimana menjemukan akan segera berakhir. Kamu tunggu itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • ELANG [End]
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • GENANDRA (END)
  • Destiny ✓
  • Naura & Lukanya
  • Sejenak Luka
  • Perihal Waktu [ REVISI ]

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines