Mengulang waktu

Mengulang waktu

  • WpView
    Membaca 33
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Apr 16, 2020
WpInfo
Fiksi
Aksi dan Thriller
Aku tidak tau sedang ada dimana, lorong ini begitu gelap pekat. Aku terus berjalan lurus untuk bisa keluar dari lorong ini. Tidak terhitung sudah berapa lama aku berjalan menelusuri lorong ini. Tidak ada seorang pun yang aku lihat dan melihatku. Akhirnya aku melihat setitik cahaya, aku berlari sekuat tenaga. Tidak peduli dengan berapa banyak aku terjatuh karena terlalu lelah atau terjatuh karena menginjak sesuatu. Hingga ada sesuatu yang menghantam tubuhku dengan begitu keras, rasanya menyakitkan. Layaknya tubuhmu dihantam oleh ratusan ton batu. Sakit dan begitu menyesakkan. "Aku dimana? Kenapa seperti ini?" ~Anandi Mahatma raja
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#550
kesempatan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • KELUARGA VAN DIJK
  • Pesan Terakhir
  • Lilin Dua Belas
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • Warisan Gandari
  • MY HUSBAND CEO[Completed]
  • KKN DI DESA PENARI (Versi Nur)
  • SEWU DINO (1000 HARI)
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)

"Jika kamu terjebak badai dan melihat sebuah rumah besar di tengah hutan yang gelap... Akankah kamu berteduh disana?" Ami, seorang mahasiswi pecinta alam tersesat di sebuah hutan yang gelap tertutup awan badai saat terpisah dengan teman-temannya. Ditengah derasnya hujan, gelapnya awan, dan aura menyeramkan dari makhluk-makhluk hutan, ia melihat sebuah oasis yang berada tepat didepan bola matanya. Sebuah rumah kuno bergaya zaman kolonial berdiri kokoh ditengah rimbunnya pepohonan tinggi di hutan antah berantah. Terlihat lampu teras rumah itu menyala pertanda ada insan yang hidup didalamnya. "Ahh, daripada aku kebasahan dan dimakan hewan buas, lebih baik aku berteduh di rumah itu saja" ujar Ami dalam benaknya. Sayangnya, itu adalah kesalahan terbesar yang pernah ia buat dalam hidupnya...

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan