kumpulan puisi

kumpulan puisi

  • WpView
    LECTURAS 321
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, nov 5, 2019
Dimana aku menemukan pujangga bahagia? Sedang tutur dan kalamnya neneteskan embun yang membasahi dahan-dahan hati. Menetes di tanah gersang. Nestapa, sara, khayalan, ratapan, sanjugan, bahkan cinta dan kerinduan. Menjadi pupuk tananam-tanaman gema yang mengaung di terpa angin kenyataan. Aku bertanya dengan jawaban di saku bajuku.
Todos los derechos reservados
#8
puisiindo
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Angel To Raya (END)
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓
  • The Between
  • Andai bisa
  • l'm Fine :) [ON GOING]
  • TFSeries#1 | Dandelion Of Venandra

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido