We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Jerawat Yang Bertanya

Jerawat Yang Bertanya

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 19, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Pagi ini, wajah Aulia berbeda dari biasa. Sebuah tonjolan merah kecil yang tak pernah ia lihat sebelumnya kini muncul tepat di tengah hidungnya. Kutukan macam apa ini? Bagi Aulia yang selalu dipuji karena wajahnya yang cantik dan kulit pipinya yang halus seperti kulit bayi, ini adalah sebuah penistaan. Tentu saja ia tahu apa yang terjadi pada dirinya. Jerawat pertama begitu mengesankan, selanjutnya sudah biasa; begitu kata teman-temannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [BUKAN] Couple Goals 2
  • Denial
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Flowers in My Hand
  • Second Life (End ✔️)
  • Klandestin (Ending)
  • ARISYI EL QATHYA
  • F A I R Y
  • Aulia

Sequel [Bukan] Couple Goals "Lo kenapa sih marah-marah mulu?" "Hormon" "Hello, lo tiap hari marah-marah, itu haid apa pendarahan?" Seru Geri pelan Gea nyengir "Lo kan tau, gue sambil berak aja bisa kerja" "Bukan berak, tapi pup" koreksi Geri "Apa bedanya? Sama-sama keluar tai" "Beda" "Ya apaaaa?" Desah Gea malas. "Diantara, berak, beol, sama eek, pup lebih sopan dan halus diantara ketiganya. Faces yang keluar dari pantat lo itu bentuknya sempurna, senyap, gak bersuara, keluarnya mulus, dan baunya masih ditahap sopan" "Dan berak?" "Itu bentuk paling sempurna dari buang air besar. Biasanya itu terjadi kalo lo nahan berak lama banget dan udah gak tahan. Faces yang bakal lo keluarin juga gak karuan bentukannya. Suaranya biasanya berisik, kayak, brat-brot-brat-brot. Dan baunya jangan dikata. Udah kayak bantar gebang"

More details
WpActionLinkContent Guidelines