We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SABITA
  • WpView
    Reads 1,342
  • WpVote
    Votes 176
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 28, 2019
WpInfo
Fiction
Horror
Sabita berteriak kencang dan mencoba melepaskan cekalan dari sosok yang perlahan ingin berdiri dengan menaikan tangan dinginnya pada kaki Sabita. Sabita mencoba melepaskannya tetapi tidak bisa. Seolah tangan dari sosok itu adalah lem perekat. Sangat mengerikan. Kepalanya hancur. Terlihat banyak bekas cambukan di sekujur tubuhnya. Sosoknya bertelanjang. Rambut gelombang sampai punggung. Banyak bekas cakaran juga di sekitar kakinya. Dan yang paling mengenaskan lagi, buah dadanya hancur. Membuat dada Sabita terasa nyeri. "Tolong!" percuma meminta tolong. Tidak ada siapapun disini.
All Rights Reserved
#17
ngeri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A GA TA || Lee Jeno [COMPLETED]
  • BROKEN HEART [END]
  • Kutukan Tumbal
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • ALKASA✔
  • Resist Your Charms
  • [KUMPULAN CERPEN] Stacy's Curses
  •    My Love Is a Indigo
  • Yang Pernah Patah

Netta mengerjapkan kedua matanya. Mencoba mencerna kalimat yang baru saja dilontarkan oleh laki-laki yang duduk di sampingnya itu. Kali ini, jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya. Netta menundukkan kepalanya. Menatap tangannya yang masih di genggam laki-laki itu. Perlahan namun pasti, ia melepaskannya dengan canggung. Tapi laki-laki itu malah semakin mempererat, menahan tangannya untuk lepas. "ya?" tanyanya lagi, dengan senyum manis tercetak di wajahnya, membuat matanya menyipit membentuk garis. Netta berdeham sejenak, lalu menarik nafasnya dan menghembuskannya. Ia menatap laki-laki itu lama. "kenapa? Kenapa gue?" Dalam hati ia merutuki jantungnya yang berdebar semakin kencang dan ia berharap laki-laki itu tidak mendengarnya. Otot tangannya mulai tidak berfungsi lagi, susah sekali untuk menarik tangannya lepas dari genggaman tangan laki-laki itu. Genggaman laki-laki itu sungguh membuat Netta sulit untuk berkutik. Dan sekarang otaknya jadi lambat mencerna kalimat yang di ucapkan laki-laki itu. "karena gue maunya lo" [Penggunaan karakter visual tokoh dalam cerita fiksi ini bukan dimaksudkan untuk merusak karakter asli tokoh yang digunakan, tetapi semata-mata untuk kecintaan penulis dengan sang idola] Pict from Pinterest Created by Kavilyan

More details
WpActionLinkContent Guidelines