Story cover for Mixed-race by 28782271kathryn
Mixed-race
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Sep 19, 2019
Menjadi gadis blasteran bule di sekolah merupakan hal yang sangat menyenangkan sekali bagiku, namun banyak juga masalah yang aku hadapi. Ingin tau kehidupanku menjadi gadis blasteran Indo-Jerman? Yuk baca kisah ini!
All Rights Reserved
Table of contents

1 part

Sign up to add Mixed-race to your library and receive updates
or
#29bule
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
ELGITA  (TERBIT) cover
I'm (Not) A Bad Girl cover
Does love make me stupid? cover
Cewek Cuek [Completed] cover
Tahun tanpa resolusi cover
The Gorgeous Devil cover
First Love For You cover
My ice girl cover
KAKAK TINGKAT (On-Going) Hiatus Dulu Ya cover

ELGITA (TERBIT)

66 parts Complete Mature

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"