My poetry

My poetry

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 18, 2019
Sekeping Hati Oleh : Hermida Idris Saat ku susuri langit yang enggan tersenyum Galaksi bintang yang begitu angkuh Rembulan yang tak nampak di mata Gerimis malam mewakili hati ini Pikirku melayang, entahlah? Hatiku tak lagi keruan Rasanya aku ingin berteriak pada alam Inilah aku yang sedang terluka Semesta mendengarkan keluh kesahku Namun hati pun mengetahui hal itu Kiranya mencoba tuk berharap Walau sekeping hati terasa hampa Ada luka yang tak berdarah Walau hanya sekeping hati Serasa seluruh jasad pun mewakili Walau hanya sebatas ilusi Aku tercampakkan Lalu kau pergi meninggalkan luka Ku merana dalam kenestapaan Sampai kapan kiranya kan terobati. Ternate, 27 Agustus 2019
All Rights Reserved
#3
ida
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • YOUR SMILE ( Gou Mingrui )
  • Disturbances (End)
  • My Junior My Love ✔️
  • After My Prayed
  • JUst foR YoU ❤️
  • Delayed happiness
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Unfinished Goodbye

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines