makhluk misterius

makhluk misterius

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 20, 2019
Livi adalah seorang perempuan. Dia berbadan cukup tinggi. Tingginya 160 cm. dari dulu, dia bercita cita ingin menjadi guru. Pada suatu hari. livi berangkat ke sekolah. livi berangkat bersama 3 orang sahabatnya. sahabat livi bernama Santi, Jinda dan Putri "Livi apa kamu sudah mendengar cerita tentang makhluk misterius di sekitar kelas 7?" tanya santi "emmm, aku belum pernah mendengarnya" jawab livi "aku dengar, makhluk itu suka keluar di malam hari, berwajah seram dan berbadan sangat tinggi, katanya, dia suka mengeluarkan suara suara yang menyeramkan, seperti suara tangisan dan jeritan" ujar Santi Setelah mendengar cerita dari santi. Livi, jinda dan putri pun mencari tentang informasi makhluk itu. Setelah beberapa hari, mereke pun berhasil mengetahui tentang asal usul makhluk itu. Santi bertanya kepada livi "livi, apa kamu sudah mengetahui tentang asal usul makhluk itu?" livi menjawab "aku sudah tahu tentang asal usul makhluk itu. ternyata makhluk itu adalah korban dari pembunuhan massal, dia itu bernama suraja. dia dibunuh dengan keji oleh pak suran, dikarenakan dia itu menghancurkan rahasianya" Setelah mengetahui asal usul makhluk itu. mereka pun mencoba untuk mengusir makhluk itu dari sekolah. Pada malam hari tepatnya pukul 23.00. mereka berkumpul di sekolahan mereka. mereka membawa alat alat, seperti senter, handphone dan juga pisau, mereka mencari keberadaan makhluk itu. Setelah 30 menit. akhirnya mereka pun terpaksa untuk memancing makhluk itu dengan menggunakan kacang hijau dan rekaman suara pisau. Setelah itu, terjadilah hal hal aneh, ada suara tangisan di dalam lemari. dan ada juga suara jeritan di lorong sekolah, mereka pun kaget dan mencoba untuk melarikan diri. Setelah mereka sampai di gerbang sekolah, akhirnya muncullah sosok yang misterius di gerbang sekolah, seakan menahan livi, jinda, santi dan putri untuk melarikan diri. Mereka pun terkejut, mereka mencoba untuk berlari ke kelas 8.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • Huru Hara di Pulau Hura Hura ✅
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • HOLOLIVE SCHOOL  [END]
  • kata kunci
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Strong Girl Michella (END)
  • Sekolah di Balik Kabut
  • Nona Gandari (Terbit)
  • NADIRAEFAL

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines